Bertahap Setop Impor Alkes, Menkes Klaim 100% Tempat Tidur RS Buatan RI

Bayu Ardi Isnanto - detikJateng
Jumat, 19 Agu 2022 19:46 WIB
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin di Solo, Jumat (19/8/2022).
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin di Solo, Jumat (19/8/2022). (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikJateng)
Solo -

Menindaklanjuti perintah Presiden Joko Widodo, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin bertahap menyetop impor alat kesehatan (alkes). Dia menyebut saat ini tempat tidur rumah sakit milik pemerintah sudah 100 persen produksi dalam negeri.

Budi pun menjelaskan tempat tidur untuk pasien itu sudah memiliki kualitas baik. Tempat tidur itu sudah dilengkapi dengan fitur elektrik.

"Yang sudah benar-benar kita tutup impornya adalah tempat tidur. Tempat tidur rumah sakit itu kita tutup 100 persen impor. Dan itu canggih bisa digerak-gerakin naik turun, elektrik. Termasuk moldingnya produksi dalam negeri," kata Budi usai menghadiri acara pengembangan UMKM alkes di Hotel Alila, Solo, Jumat (19/8/2022).


Selain itu, dalam waktu dekat Kemenkes akan menggunakan timbangan anak produksi dalam negeri. Timbangan itu akan dikirim ke 300 ribu posyandu.

"Timbangan, walaupun belum tapi kita akan beli 300 ribu. Itu produksi dalam negeri semua. Itu alat untuk antropometri untuk mengukur panjang bayi, tinggi anak, sama berat bayi untuk program stunting 300 ribu posyandu," ujarnya.

Dia menceritakan timbangan anak tersebut dahulunya impor dari Jerman. Namun setelah dia mengumpulkan ahli dari perguruan tinggi akhirnya dapat diproduksi sendiri.

"Dulu alat ini impor semua, karena memang canggih. Itu selisih sentimeter aja bisa terpengaruh ke angka stunting. Tapi masak sih kita impor hanya untuk mengukur panjang bayi sama berat bayi. Akhirnya para ahli UI, ITB, UGM duduk bareng, kita desain bareng dan saya lihat pabriknya di Solo. Alatnya bagus, ternyata bisa juga jadi," ungkapnya.

Budi juga memastikan Kemenkes telah memiliki kebijakan agar faskes milik negara menggunakan produk dalam negeri yang terdapat di e-katalog.

"Kalau kami di Kementerian Kesehatan sudah dikunci, di e-katalog seperti rumah sakit vertikal di pusat, kalau sudah ada produksi dalam negeri maka tidak bisa produksi impor masuk, sehingga orang tidak bisa beli barang yang impor kalau memang produksi dalam negeri sudah ada," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki mengatakan banyak alkes dengan teknologi sederhana yang sudah diproduksi dalam negeri, seperti masker, kain kassa hingga kapas. Namun untuk alkes berteknologi menengah hingga tinggi harus menggunakan sistem kemitraan.

"Kita harus secara bertahap bisa memenuhi kebutuhan alat kesehatan menggantikan atau mensubstitusi impor. Kita bisa mulai dari yang alat kesehatan teknologi sederhana, walaupun yang teknologi menengah dan tinggi juga sudah bisa dikerjakan. Seperti kami berkunjung ke ATMI, politeknik yang biasa mengembangkan alat kesehatan dan kemudian dimitrakan," pungkasnya.



Simak Video "Momen Pertemuan Menkes Budi Gunadi Sadikin dan Bill Gates"
[Gambas:Video 20detik]
(sip/aku)