Warga Sukoharjo Ikut Ramaikan Pengajuan Merek Citayam Fashion Week

Bayu Ardi Isnanto - detikJateng
Kamis, 28 Jul 2022 21:30 WIB
Citayam Fashion Week
Citayam Fashion Week. Foto: WIldan Noviansah/detikcom
Sukoharjo -

Seorang warga asal Sukoharjo bernama Daniel Handoko Santoso turut mendaftarkan merek Citayam Fashion Week ke Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Saat ini Daniel tetap berkukuh mendaftarkan merek tersebut sebagai hak kekayaan intelektual (HAKI).

Kepada detikJateng, Daniel menjelaskan alasannya tetap ingin lanjut mendaftarkan merek tersebut. Dia mengklaim tak ada niat untuk mengambil untung dari kekayaan intelektual itu.

"Saya tetap maju terus. Karena saya murni ingin membantu teman-teman Citayam Fashion Week itu. Saya sama sekali tidak mencari untung dari sini," kata Daniel saat ditemui detikJateng di Solo, Kamis (28/7/2022).


Dia menjelaskan maksud dirinya mendaftarkan merek ialah agar bisa menyumbangkan ide dan gagasannya bagi pelaku Citayam Fashion Week. Dia justru khawatir jika tidak ada pihak yang merangkul para pegiat Citayam Fashion Week, maka momen ini akan hilang begitu saja.

"Dengan ini, saya ingin turut serta menyumbangkan ide gagasan saya untuk mengembangkan Citayam Fashion Week itu. Karena kalau dibiarkan saja tanpa ada yang merangkul, saya yakin nanti akan hilang begitu saja. Padahal ini potensinya sangat besar untuk memajukan brand lokal kita. Kalau ini saya cabut, belum tentu nanti dipegang sama orang yang peduli," katanya.

Dia pun menyarankan kepada para pegiat Citayam Fashion Week agar membuat sebuah wadah resmi. Melalui wadah tersebut, Daniel siap melepas merek tersebut jika nantinya disetujui oleh Ditjen HAKI Kemenkumham.

"Bisa dibuat semacam yayasan. Seperti di Solo ada Yayasan Batik Solo Carnival. Jadi kegiatan itu bisa terus menerus diadakan, bahkan didukung pemerintah dengan menutup jalan utama untuk karnaval. Itu pun namanya juga sudah didaftarkan ke HAKI. Kalau yayasan sudah terbentuk, saya siap melepas merek ini gratis," kata dia.

Namun Daniel juga meminta pemerintah tidak lepas tangan terkait fenomena ini. Justru pemerintah diminta merangkul mereka agar Citayam Fashion Week menjadi momentum kebangkitan brand fashion lokal.

"Saya minta ada andil pemerintah dalam hal ini agar tidak saling berebut dan terjadi chaos. Pemerintah tidak bisa membiarkan mereka jalan sendiri. Mereka masih butuh dirangkul agar kegiatan tersebut semakin besar. Seperti pendaftaran ke HAKI, mereka mungkin masih kesulitan, makanya saya di sini ingin membantu. Karena pengusaha saja masih banyak yang belum paham masalah HAKI ini," ungkapnya.

Daniel juga menegaskan saat ini status pendaftaran di HAKI masih belum disetujui. Prosesnya pun masih membutuhkan waktu yang lama.

"Yang perlu diketahui masyarakat, pendaftaran HAKI ini prosesnya panjang. Belum tentu saya yang dapat mereknya. Bisa saja tidak disetujui," katanya.

Sebagaimana dikutip dari website Pangkalan Data Kekayaan Intelektual, Rabu (27/7/2022), pengaju merek Citayam Fashion Week itu Daniel Handoko Santoso. Daniel tinggal di Jalan Adisucipto, Gonilan, Kartasura.

Daniel mendaftarkan merek Citayam Fashion Week untuk kelas 25.

Daniel mendaftarkan pengajuan ini pada 24 Juli 2022 dengan Nomor Permohonan DID2022053127. Saat ini status permohonan 'Dalam Proses'.

Sebelumnya, Baim Wong juga mengajukan kepemiikan merek Citayam Fashion Week. Namun belakangan dia menarik pengajuan tersebut.



Simak Video "Kemenkumham: Siapa Saja Berhak Daftarkan Merek ke HAKI, Tapi..."
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/ahr)