Pengukuran Lahan Kuari Wadas Tahap 2 Capai 92%, BPN: Lampaui Target

Rinto Heksantoro - detikJateng
Jumat, 15 Jul 2022 14:54 WIB
Pengukuran Tahap 2 lahan kuari Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jumat (15/7/2022).
Pengukuran Tahap 2 lahan kuari Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jumat (15/7/2022). Foto: Rinto Heksantoro/detikJateng
Purworejo -

Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Purworejo selesai melakukan pengukuran Tahap 2 lahan kuari Desa Wadas, Kecamatan Bener, hari ini. Pengukuran telah melampaui target dengan hasil total 92 persen.

Diketahui, pengukuran tersebut dilakukan selama empat hari mulai Selasa (12/7) sampai Jumat (15/7) hari ini.

"Hari terakhir ya, hari ini alhamdulillah bisa terukur dapat tambahan 30 bidang. Kalau kita jumlah dari hari pertama sampai sekarang akumulasinya 264 bidang," kata Kepala BPN Purworejo Andri Kristanto saat ditemui detikJateng di depan Balai Desa Wadas, Jumat (15/7/2022).


Andri menjelaskan dari target pengukuran lahan sejumlah 80 persen hingga 85 persen ternyata hingga hari ini bisa mencapai sekitar 92 persen. Angka tersebut dinilai sangat bagus karena bisa melampaui target.

"Kalau dari target 617 yang sudah ditetapkan penlok (penetapan lokasi), tahap pertama 304 dan tahap kedua 264 itu total ada 568 bidang yang sudah terukur teridentifikasi dan kalau kita lihat persentase sekitar 92 persen. Kita targetnya kan 80 sampai 85 persen, tapi alhamdulillah ternyata bisa melebihi target," imbuhnya.

Pengukuran Tahap 2 lahan kuari Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jumat (15/7/2022).Pengukuran Tahap 2 lahan kuari Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jumat (15/7/2022). Foto: Rinto Heksantoro/detikJateng

Bagi warga yang hingga saat ini masih belum menyetujui lahannya diukur, lanjutnya, diharapkan ke depannya bisa bersedia diukur. Namun Andri menegaskan pihaknya tidak akan memaksa jika mereka tetap kukuh mempertahankan lahan mereka.

"Tidak ada intimidasi, tidak ada paksaan. Dari awal kami sampaikan syukur-syukur bisa ikut (diukur) semua," tegasnya.

Jika proses setelah pengukuran berjalan dengan lancar, warga yang telah merelakan tanahnya diukur akan menerima uang ganti rugi (UGR) dalam waktu tiga bulan.

"Perkiraan tiga bulan terima UGR. Kita belajar dari tahap pertama, kalau bisa lebih cepat," terangnya.

Sementara itu salah satu warga, Waliyah (60), yang memiliki empat bidang tanah telah merelakan lahannya diukur untuk kepentingan kuari Bendungan Bener. Sebelumnya ia dan keluarga sempat menolak lantaran kurangnya informasi yang diterima.

"Dulu saya menolak karena takut terkena dampak, nggak punya tanah, nggak punya rumah nggak dapat apa-apa. Saya nggak tahu kalau ternyata benar-benar dapat uang banyak, sekarang saya sudah tahu ternyata tanahnya dibeli mahal. Sekarang saya sudah boleh (diukur) sudah menerima," ucapnya.



Simak Video "Momen Kericuhan Demo Warga Terdampak Bendungan Bener Purworejo"
[Gambas:Video 20detik]
(rih/aku)