Mahalnya Harga Cabai dan Telur di Klaten, Disdag: Permintaan Tinggi-Stok Kurang

Achmad Hussein Syauqi - detikJateng
Senin, 13 Jun 2022 14:34 WIB
Pedagang telur di Kecamatan Delanggu memasang papan harga, Senin (13/6/2022).
Pedagang telur di Kecamatan Delanggu, Klaten, memasang papan harga, Senin (13/6/2022). (Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng)
Klaten -

Harga cabai rawit dan telur ayam masih tinggi di Klaten, Jawa Tengah. Cabai super bertahan di kisaran harga Rp 100.000/kg, sedangkan telur seharga Rp 27.000/kg.

"Telur masih Rp 27.000 per kilogram hari ini tadi saya beli. Sudah tiga hari belum turun," jelas pemilik warung makan di Jalan Pemuda, Klaten, Poniyem kepada detikJateng, Senin (13/6/2022).

Menurut Poniyem, harga telur terus naik dalam beberapa hari terakhir dan mencapai titik tertinggi di harga Rp 27.000. Warga sempat mengira harga telur akan turun tetapi nyatanya harga tersebut masih bertahan hingga hari ini.


"Belum turun juga alasannya banyak hajatan. Tidak tahu sebenarnya seperti apa, kita tahunya ada barang ya kita beli," lanjut Poniyem.

Terpisah, pedagang telur di Delanggu, Anik mengatakan menjual telur dengan harga Rp 26.000/kg. Anik menduga tingginya harga telur dipicu oleh dua kemungkinan. Yakni banyak hajatan serta meningkatnya permintaan kebutuhan menjelang hari raya Idul Adha.

"Mungkin karena mendekati Idul Adha, jadi yang terlanjur naik tidak mau turun. Tapi ada juga pedagang yang alasannya karena bersamaan bantuan telur yang mau cair," kata Anik.

Sementara itu, pedagang sayur keliling, Yuda menyatakan harga cabai rawit super masih Rp 100.000 per/kg. Harga cabai ini juga sudah bertahan tiga hari terakhir.

"Cabai rawit merah bagus masih Rp 100.000, sudah tiga hari terakhir. Untuk cabai rawit hijau lalapan masih Rp 60.000 per kilogram, cabai keriting merah Rp 72.000," jelas Yuda.

Pedagang di pasar induk Klaten, Ngatmi menyatakan di pasar, harga cabai rawit super berkisar Rp 90.000 hingga Rp 95.000/kg. Sedangkan di tingkatan pengecer harganya bisa mencapai Rp 100.000/kg.

"Di pasar saja masih tinggi, di eceran wajar masih Rp 100.000. Untuk cabai hijau lalapan Rp 60.000, keriting hijau Rp 22.000, keriting merah Rp 60.000, ini naik turun sedikit sejak sepekan ini," tutur Ngatmi ditemui di kiosnya.

Diwawancarai terpisah, Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM Pemkab Klaten, Anang Wijatmoko menjelaskan, tingginya harga kedua komoditas tersebut dikarenakan permintaan yang tinggi dan stok yang terbatas. Pihaknya terus melakukan pemantauan di lapangan.

"Kita setiap hari memantau perkembangan. Tapi penyebabnya permintaan masih tinggi tapi cabai stok berkurang karena cuaca, hukum pasar harga naik," kata Anang.



Simak Video "Harga Cabai Naik, Petani di Lumajang Senang"
[Gambas:Video 20detik]
(aku/rih)