Harga Cabai Mahal, Pemilik Warung Makan di Semarang: Bikin Pusing

Harga Cabai Mahal, Pemilik Warung Makan di Semarang: Bikin Pusing

Afzal Nur Iman - detikJateng
Selasa, 07 Jun 2022 14:43 WIB
Pemilik warung makan di Semarang, Sukini (62), Selasa (7/6/2022).
Pemilik warung makan di Semarang, Sukini (62), Selasa (7/6/2022). Foto: Afzal Nur Iman/detikJateng
Semarang -

Naiknya harga cabai dan sayur-mayur lainnya mulai dikeluhkan oleh sebagian pemilik warung makan di Semarang. Di satu sisi modal mereka membengkak. Di sisi lain, mereka tidak bisa serta-merta menaikkan harga makanannya.

"Harga cabai naik bikin pusing. Harga bawang merah dan bawang putih juga ikut naik, apalagi sayuran. Bayam yang biasanya Rp 3 ribu jadi Rp 8 ribu. Kenikir dan kangkung yang biasanya Rp 3 ribu jadi Rp 6 ribu," kata Putri (51), pemilik warung makan di Jalan Gergaji Pelem, Muggasari, Semarang, saat ditemui di warungnya, Selasa (7/6/2022).

Putri mengatakan, cabai setan yang harganya naik paling tinggi. Menurut dia, harga cabai setan semula berkisar Rp 20-40 ribu per kilogram. Terakhir dia beli di Pasar Johar pada Minggu (5/6) lalu, harga cabai setan sudah mencapai Rp 75 ribu per kilogram.


Meski harga bahan bakunya naik, Putri tak mau begitu saja ikut menaikkan harga makanan di warungnya. Sebab, dia tidak tega kalau mengingat pelanggannya sebagian besar dari golongan ekonomi menengah ke bawah.

"Saya nggak tega. Walaupun harga-harga naik, ya porsinya aku kurangi sedikit lah, biar semua bisa ikut merasakan," jelasnya.

Walhasil, omzet warungnya pun turun drastis.

"Ya nggak pasti, kadang Rp 300 ribu, kadang 500 ribu (penurunan omzet warungnya per hari)," ujar Putri.

Pemilik warung makan lain di Semarang, Sukini (62), juga mengeluhkan hal yang sama. Dia mengaku mengalami penurunan omzet karena harga sejumlah komoditas di pasar mengalami kenaikan.

"Separuh ada (penurunan omzetnya). Aku biasanya beli cabai sekilo, kalau sekarang kan dikurangi, paling seperempat kilo. Kemarin Rp 20 ribu masih dapat sekilo, sekarang cuma dapat seperempat," kata Sukini.

Menurut Sukini, kenaikan harga sayur-mayur dan sejumlah komoditas lain di pasar saat ini semakin memberatkan pemilik warung seperti dirinya. Mengingat, harga minyak goreng hingga kini belum turun ke harga semula dan masih cukup sulit untuk mendapatkannya.

"Ya dapat itu (minyak curah Rp 16 ribu), kalau pedagang dapat 2 liter (per hari), harus pakai KTP belinya," ungkap Sukini.

Dari pantauan detikJateng di relokasi Pasar Johar Kota Semarang, cabai setan saat ini dijual Rp 80 ribu per kilogram, cabai merah Rp 65 ribu per kilogram, dan cabai hijau keriting Rp 23 ribu per kilogram.

"Harga cabai memang selalu naik turun. Cabai setan ini Rp 80 ribu, biasanya Rp 40-50 ribu. Cabai merah Rp 65 ribu, sebelumnya paling Rp 25-30 ribu. Kalau cabai ijo keriting berkisar Rp 23 ribu," kata Yuni, salah satu pedagang di relokasi Pasar Johar Semarang, Selasa (7/6).

+++

Kamu punya kesan yang tak terlupakan saat mengunjungi Jawa Tengah dan DIY, jangan lewatkan untuk menyampaikannya di program Giveaway Serentak. Hadiahnya: uang tunai senilai total Rp 30 juta plus plus.

Segera gabung! Kamu hanya perlu menuliskan kesan-kesanmu itu di kolom komentar artikel ini.

Yuk, ajak juga teman-temanmu!



Simak Video "Zulhas Sambangi Kantor Mentan: Jangan Sampai Petani Mati karena Impor"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/rih)