Inspiratif! Pemuda Ini Bikin Situs Jual Beli Ternak Saat PMK Merebak

Inspiratif! Pemuda Ini Bikin Situs Jual Beli Ternak Saat PMK Merebak

Pradito Rida Pertana - detikJateng
Jumat, 03 Jun 2022 18:12 WIB
Muhammad Alvinal Almira saat menunjukkan situs jual beli hewan ternak dengan menerapkan sistem zonasi untuk meredam penyebaran PMK, Jumat (3/6/2022).
Muhammad Alvinal Almira saat menunjukkan situs jual beli hewan ternak dengan menerapkan sistem zonasi untuk meredam penyebaran PMK, Jumat (3/6/2022). (Foto: Pradito Rida Pertana/detikJateng)
Bantul -

Merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) membuat pemuda bernama Muhammad Alvinal Almira mengembangkan situs jual beli hewan ternak. Pemuda asal Bantul ini berharap dengan situs ini interaksi penjual-pembeli bisa diminimalisir sehingga menekan penyebaran PMK.

"Jadi lewat situs QurbanQita.com ini menerapkan zonasi jual beli ternak, selain itu pembeli dan penjual tidak perlu berinteraksi secara langsung. Jadi nanti di situs itu sudah ada penjelasan rinci, baik kondisi ternak melalui foto dan video secara detail," kata Almira kepada wartawan di Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, Jumat (3/6/2022).

Zonasi itu, kata Almira, adalah membatasi penjualan ternak berdasarkan lokasi pembeli dan penjual. Sehingga pembeli tidak perlu khawatir ternak yang dibeli berasal dari wilayah terpapar virus PMK.


"Misal ada peternak di Kabupaten Sidoarjo dia tidak bisa mengirim ke luar kota misal Jakarta, Bekasi gitu. Jadi para peternak diminimalisir kirim ke kota yang jauh dari lokasi penjual," ucapnya.

Pemuda berusia 21 tahun ini mengatakan, terkadang virus PMK justru terbawa oleh manusia. Selanjutnya saat orang tersebut masuk ke dalam kandang secara tidak sadar justru menularkannya.

"Karena kita juga dapat informasi dari beberapa peternak, PMK itu menularnya dari pembeli terkadang, datang ke kandang dan menulari hewan-hewannya. Jadi mereka tidak terlalu banyak interaksi dengan pembeli, dan kita berharap dengan inovasi ini bisa meminimalisir penularan PMK," ujarnya.

Terkait bagaimana cara memastikan ternak yang dijual dalam kondisi sehat, dia mengaku pembeli bisa mengecek foto dan video di situs buatannya.

"Untuk saat ini kita belum mendeteksi ada peternak kita yang terkena PMK. Tapi nanti murni dari peternak sendiri, di detail keterangan nanti sudah ada penjelasannya. Nanti ada juga foto dan videonya," katanya.

Almira mengatakan, merebaknya PMK membuat harga ternak mengalami lonjakan cukup signifikan. Melalui situs jual beli ternak online ini, dirinya mencoba menghadirkan alternatif tempat pembelian ternak, terutama menjelang hari raya Idul Adha.

"Dengan adanya PMK ini di beberapa tempat itu kelangkaan hewan akhirnya semakin meningkat sehingga harganya semakin naik. Semoga PMK ini segera reda karena masyarakat terdampak dengan harga hewan ternak yang tinggi karena minimnya ketersediaan, apalagi saat ini mau Idul Adha," ujarnya.



Simak Video "Kasus PMK di Indonesia Menurun, Satgas Imbau Tetap Waspada"
[Gambas:Video 20detik]
(aku/ams)