Solar Mahal, Ratusan Kapal Nelayan di Pati Pilih Tak Melaut

Dian Utoro Aji - detikJateng
Sabtu, 28 Mei 2022 15:24 WIB
Pelabuhan Juwana, Pati. Foto diambil pada Senin (25/5/2022).
Pelabuhan Juwana, Pati. Foto diambil pada Senin (25/5/2022). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng
Pati -

Ratusan kapal nelayan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, saat ini memilih tidak melaut. Sebab, para nelayan mengeluh soal mahalnya harga solar sekarang.

"Ini tidak pada berangkat karena harga solar mahal. Spekulasi BBM mahal, hasil tangkapan juga tidak seberapa," kata Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pati, Suratman, saat dihubungi detikJateng via telepon, Sabtu (28/5/2022).

Suratman mengatakan, harga solar saat ini Rp 16 ribu per liter. Kenaikan harga tersebut terjadi pada medio April lalu. "Sejak puasa pertengahan kemarin, dari harga Rp 12 ribu sekarang naik," jelas dia.


Menurut Suratman, saat ini ada sekitar 500 kapal nelayan yang berukuran di atas 500 GT (gross tonnage) memilih tidak melaut. Akibatnya, aktivitas di tempat pelelangan ikan di Juwana, Pati, pun sepi.

Pelabuhan Juwana, Pati. Foto diambil pada Senin (25/5/2022).Pelabuhan Juwana, Pati. Foto diambil pada Senin (25/5/2022). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng

Kenaikan harga solar, jelas Suratman, tidak seimbang dengan pendapatan para nelayan. Sebab, hasil tangkapan ikan belakangan ini terbilang menurun drastis. Dia mengungkapkan, tiap satu kapal nelayan biasanya dapat mendaratkan sekitar 60 ton ikan dalam sekali melaut.

"Biasanya dapat 60-80 ton. Kemarin hanya 15 sampai 30 ton. Harganya Rp 20 ribu per kilo. Jenis ikan layang, tongkol, ikan tresi. Per kapal ada 30-40 ABK (anak buah kapal)," ungkap dia.

Dia pun berharap agar harga solar bisa kembali turun. "Harapannya solar kalau bisa Rp 10 ribu lah. Karena sekarang perbekalan segala macam juga mahal," pungkasnya.

Pelabuhan Juwana, Pati. Foto diambil pada Senin (25/5/2022).Pelabuhan Juwana, Pati. Foto diambil pada Senin (25/5/2022). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng


Simak Video "Momen Haru Nelayan Rote Ndao NTT Pulang Usai Terdampar di Australia"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/dil)