Antre Minyak Goreng Murah Sejak Pagi, Warga Semarang Tetap Tak Kebagian

Antre Minyak Goreng Murah Sejak Pagi, Warga Semarang Tetap Tak Kebagian

Afzal Nur Iman - detikJateng
Selasa, 22 Mar 2022 12:48 WIB
Warga antre minyak goreng murah di CV Utama Sukses Sejahtera, Kota Semarang, Selasa (22/3/2022).
Warga antre minyak goreng murah di CV Utama Sukses Sejahtera, Kota Semarang, Selasa (22/3/2022). Foto: Afzal Nur Iman/detikJateng
Semarang -

Puluhan warga di Kota Semarang rela antre sejak pagi demi minyak goreng murah. Meski stok dinyatakan habis, warga tetap memilih bertahan menaruh jerikennya dengan harapan bisa pulang dengan kondisi penuh.

Antrean itu terjadi di CV Utama Sukses Sejahtera, Jl Dr Cipto No. 104, Kelurahan Sarirejo, Kota Semarang, Selasa (22/3/2022). Terpantau hingga pukul 12.10 WIB, puluhan jeriken masih berbaris rapi di depan penyedia minyak goreng curah itu.

"Sejak pagi, jam 7 sudah sampai sini. Enggak ada minyak habis," kata salah satu warga yang mengantre, Juminto (63), di lokasi.


Juminto merupakan pedagang gorengan. Biasanya, dia membutuhkan 4 liter minyak goreng untuk berdagang selama satu hari.

Meski sudah mendapat kabar minyak goreng habis, dia tetap datang dan ikut antre bersama warga lain. Hal itu karena minyak goreng merupakan kebutuhan pokok bagi usahanya.

Dirinya pun berharap minyak goreng kembali dengan harga sedia kala atau bisa bisa lebih terjangkau terutama untuk pedagang.

"Yah berat sekali kasihan warganya itu, keberatan kalau begini itu. Harusnya cari yang murah lah, bisa dikembalikan lagi seperti semula lagi," harapnya.

Antrean panjang memang biasa terjadi di CV Utama Sukses Sejahtera. Meski baru membuka pelayanan sejak pukul 08.00 WIB, warga sudah rela antre sejak pukul 06.00 WIB.

"Kita buka dari jam 8 sampai jam 5," kata pegawai di CV Utama Sukses Sejahtera, Heni Purwati (41), saat ditemui di lokasi.

Warga antre minyak goreng murah di CV Utama Sukses Sejahtera, Kota Semarang, Selasa (22/3/2022).Warga antre minyak goreng murah di CV Utama Sukses Sejahtera, Kota Semarang, Selasa (22/3/2022). Foto: Afzal Nur Iman/detikJateng

Pihaknya menjual minyak goreng dengan harga Rp 15.500 per kilogram. Harga itu jauh lebih murah dibanding dengan harga minyak goreng kemasan yang berkisar Rp 24 ribu.

Di sana, per orang hanya bisa membeli 1 jeriken atau sekitar 10 kilogram setiap harinya. Meski dibatasi, minyak goreng yang terjual bisa mencapai 9 ton setiap harinya.

"Kalau semuanya ini terisi semua berarti satu tangki, 9 ton," ungkapnya.

Selain menjual minyak goreng curah, di sana juga menjual minyak kelapa yang dibanderol dengan harga Rp 32.500 per kilogram. Namun, minyak itu kurang diminati karena harganya yang tinggi.

"Cuma harganya agak mahal sih Rp 32.500 memang mahal yah," lanjutnya.

Sebagai penjual minyak goreng, Heni juga berharap agar kelangkaan minyak bisa segera berakhir. Dia mengaku kerepotan menghadapi pembeli yang rela antre berjam-jam demi minyak goreng.

"Harapannya kayak dulu lagi minyak berlimpah enggak antre kayak gini, pusing saya," imbuhnya.



Simak Video "Tertipu Promo Minyak Goreng Murah, Emak-emak di Bandung Rugi Rp 1,5 M"
[Gambas:Video 20detik]
(rih/aku)