Pasar Legi Solo Diresmikan 20 Januari 2022, Puan Bakal Hadir

Tim detikjateng - detikJateng
Senin, 17 Jan 2022 19:15 WIB
Dirjen Cipta Karya Kemen PUPR Diana Kusumastuti didampingi Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka meninjau Pasar Legi, Solo, Sabtu (15/1/2022).
Dirjen Cipta Karya Kemen PUPR Diana Kusumastuti didampingi Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka meninjau Pasar Legi, Solo, Sabtu (15/1/2022). (Foto: Ari Purnomo/detikcom)
Solo -

Pasar Legi Solo akan diresmikan 20 Januari 2022 mendatang. Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menyebut Ketua DPR RI Puan Maharani akan menghadiri peresmian tersebut.

"Jadwalnya dah keluar tadi," kata Gibran di Balai Kota Solo, Senin (17/1/2022).

"Mbak Puan kayaknya dari hari Rabu deh, ke Klaten, Sragen dan lain-lain dulu. Pas (peresmian) Pasar Legi kayaknya hadir," ungkap Gibran.

Dalam kesempatan yang sama, Gibran menyebut undangan peresmian Pasar Legi Solo dibuat oleh Kementerian PUPR. Dia belum bisa memastikan siapa saja yang akan hadir dalam acara tersebut.

Menjelang peresmian, Dirjen Cipta Karya Kemen PUPR Diana Kusumastuti meninjau pasar bersama Gibran pada Sabtu (15/1). Dari hasil tinjauan tersebut ada sejumlah temuan yang menjadi catatan untuk dievaluasi dan diperbaiki ke depannya.

"Kami tadi melihat, mengevaluasi pasarnya sudah jadi dan akan digunakan, perilakunya pedagang seperti apa, kita tidak bisa melepas begitu saja, pertama bangunannya harus aman kedua juga kebersihannya," ujar Diana usai meninjau Pasar Legi didampingi Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, Sabtu (15/1).

Menurutnya, kebersihan menjadi hal yang sangat penting. Pasalnya kalau tidak bersih, otomatis kondisi pasar akan kumuh dan kondisinya akan kembali seperti sebelum dibangun.

"Bangunannya sudah bagus, kalau pedagang rapi pasar akan bersih sehat, kalau buang sampah sembarangan akan kotor dan jorok lagi," kata dia.

Diana juga menyampaikan ada sejumlah keluhan yang disampaikan pedagang seperti suara bising blower exhaust fan dan juga tempias air hujan ke kios pedagang.

"Nanti kita benahi blower, ini biar jalan dulu kita buat mereka nyaman," ungkapnya.

"Blower itu kan hidup lebih kurang hanya satu jam nanti dipilih waktunya," kata Diana.

Pasalnya, lanjut Diana, jika blower dimatikan sepenuhnya maka akan membuat pedagang di dalam gerah.

"Soal air tempias, ini karena bangunan gedung hijau, artinya air udara harus dimanfaatkan semaksimal mungkin, air hemat, masalah sampah, udara energi harus diperhatikan," tuturnya.

Untuk diketahui, pembangunan Pasar Legi, Solo, senilai Rp 104 miliar sudah rampung 100 persen. Sejumlah pedagang pun sudah mulai menempati pasar yang berlokasi di Jalan S Parman, Banjarsari, itu.

(sip/rih)