Persis Solo Terlilit Utang hingga Miliaran

Terpopuler Sepekan

Persis Solo Terlilit Utang hingga Miliaran

Tim detikJateng - detikJateng
Sabtu, 31 Okt 2026 15:23 WIB
Suasana Stadion Manahan Solo, Jumat (30/10/2026).
Suasana Stadion Manahan Solo, Jumat (30/10/2026). Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng
Solo -

Persis Solo terlilit utang sewa sejumlah fasilitas olahraga milik Pemerintah Kota (Pemkot) Solo hingga mencapai miliaran rupiah. Pemkot meminta utang segera dibayar.

Perihal utang ini Persis Solo menjadi salah satu berita terpopuler di detikJateng selama sepekan. Permasalahan ini mengemuka usai Komisi IV DPRD Kota Solo memanggil manajemen Persis Solo untuk meminta tunggakan sewa Stadion Manahan segera dilunasi.

Ketua Komisi IV, Sugeng Riyanto menyebut tunggakan sewa Stadion Manahan beserta denda mencapai Rp 3,21 miliar. Utang tersebut adalah total akumulasi sejak akhir 2024 hingga 13 Oktober 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dewan mendesak agar utang sewa beserta denda yang mencapai Rp 3,21 miliar segera diselesaikan," terangnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar di Gedung DPRD Kota Solo, Rabu (28/10/2026).

Dalam pertemuan itu, Sugeng mengultimatum PT Persis Solo Saestu agar segera melunasi utang.

ADVERTISEMENT

"Tidak mau tahu, tunggakan harus diselesaikan sampai akhir Desember 2026. Harus klir, selesai," tegas Sugeng.

"Kalau tidak selesai, pada 2027 dan seterusnya, stadion dan lapangan-lapangan itu lebih baik digunakan masyarakat Kota Surakarta yang selama ini mengalah. Kita memberikan kesempatan agar dikelola secara profesional, tetapi kalau hasilnya seperti ini, lebih baik APBD digunakan untuk merawat fasilitas tersebut dan dimanfaatkan masyarakat umum," sambungnya.

Meski begitu, pihaknya tetap membuka ruang dialog apabila jajaran direksi atau komisaris PT Persis Solo Saestu yang memiliki kewenangan penuh datang secara langsung untuk memaparkan skema pelunasan.

"Kami melihat komitmennya. Kalau memang ada manajemen Persis yang bisa menjawab dan mau datang, kami akan menerima. Tetapi yang pasti, tunggakan harus selesai pada 2026," tuturnya.

Penyebab Utang Menumpuk hingga Rp 3,21 Miliar

Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Solo mengungkap utang Rp 3,211 miliar Persis Solo terdiri dari tiga komponen.

"Kalau hitungan kami Rp 3,211 miliar. Itu terdiri dari tiga komponen," ungkap Kabid Pendidikan dan Sarana Prasarana Dispora Kota Solo, Muhammad Syamsurrahman, saat ditemui di Kawasan Stadion Manahan, Jumat (30/10/2026).

Lebih lanjut Syamsu menerangkan, tunggakan itu merupakan gabungan dari pemakaian stadion oleh Persis Senior maupun Persis Junior.

"Pertama, pemakaian untuk pertandingan Persis senior. Kedua, pertandingan Persis junior dan latihan Persis junior. Ketiga, latihan Persis senior. Jadi, total Rp 3,211 miliar itu merupakan gabungan dari pemakaian untuk kegiatan Persis senior maupun junior," bebernya.

Jumlah itu juga sudah termasuk komponen denda keterlambatan pembayaran hingga keringanan sebesar 30 persen. Namun, denda untuk tiga bulan terakhir pada musim kompetisi terbaru belum dihitung.

"Jadi, dalam total Rp 3,211 miliar itu sebenarnya sudah ada dendanya. Hanya saja, yang kami sampaikan di komisi kemarin, untuk tiga bulan terakhir, yakni pada kompetisi atau musim kompetisi yang baru, dendanya belum kami hitung," ungkapnya.

Wali Kota Solo Respati Ardi juga menyebut pihaknya telah beberapa kali menyurati Persis Solo. Ia turut berharap utang itu segera dilunasi.

"Sudah kita surati dari awal. Dari awal tahun, pertengahan tahun, intinya kami sudah melakukan penagihan. Semoga bisa terselesaikan dengan baik," bebernya.

Manajemen Persis Solo Komitmen Bayar

Manajemen Persis Solo mengakui masih memiliki tunggakan retribusi penggunaan sejumlah fasilitas olahraga milik Pemkot Solo. Direktur Persis Solo Saestu, Ginda Ferachtriawan, menyatakan pihaknya berkomitmen melunasi utang tersebut.

Menurutnya, keterlambatan pembayaran merupakan pekerjaan rumah yang telah berlangsung sejak periode sebelumnya, yakni saat Persis Solo berlaga di Liga 1.

"Yang jelas, kami selalu menyampaikan Persis Solo itu kan home base-nya di Solo. Jadi berapa pun tagihan yang kita miliki, kita akan profesional. Kita akan melakukan kewajiban itu. Iya (tunggakan berasal dari Liga 1)," katanya saat dihubungi detikJateng, Kamis (29/10/2026).

Ginda menyebut ada persepsi yang sedang disamakan untuk pembayaran tagihan tersebut. Menurutnya, perbedaan lokasi latihan maupun penghitungan frekuensi penggunaan lapangan menjadi hal yang perlu diklarifikasi.

"Contohnya, jadwal latihan yang tadinya di Kotabarat kemudian dialihkan ke lapangan Cengklik. Tarifnya tentu berbeda. Atau misalnya penggunaan Stadion Manahan untuk latihan dihitung dua kali. Hal-hal seperti ini yang perlu kami samakan persepsinya. Walaupun begitu, kami mengakui memang masih ada beberapa tagihan yang belum dibayarkan," jelasnya.

Ginda menyebut fasilitas yang digunakan untuk latihan di antaranya Lapangan Sriwaru, Kota Barat, Banyuwangi, hingga Lapangan Cengklik di belakang SMA 6 Solo. Setiap fasilitas memiliki tarif retribusi berbeda sehingga perlu dilakukan penyamaan perhitungan dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Solo.

"Sistemnya kan retribusi. Ketika kita menggunakan fasilitas pemerintah, maka kita membayar retribusinya. Retribusi yang kita bayarkan meliputi Stadion Manahan dipakai untuk pertandingan, stadion mana dipakai untuk latihan yang tarifnya itu memang berbeda," terangnya.

Ginda menyebut tarif penggunaan stadion Manahan atau yang lainnya berbeda-beda. Tarif penggunaan Stadion Manahan untuk pertandingan berkisar Rp 75 juta.

"Biaya tersebut belum termasuk penggunaan lahan untuk berjualan atau membuka stan serta pemasangan fasilitas tambahan seperti internet dan electronic board (e-board)," terangnya.



(afn/ams)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads