Horor! 9 Ular Weling Bersarang Dalam Toilet SMP di Sragen

Horor! 9 Ular Weling Bersarang Dalam Toilet SMP di Sragen

Tara Wahyu NV - detikJateng
Rabu, 28 Okt 2026 16:12 WIB
Ular weling ditemukan saat renovasi kamar mandi di SMPN 2 Sambungmacan, Kabupaten Sragen, Rabu (28/10/2026)
Ular weling ditemukan saat renovasi kamar mandi di SMPN 2 Sambungmacan, Kabupaten Sragen, Rabu (28/10/2026). Foto: Dok Exalos Indonesia
Sragen -

Suasana renovasi kamar mandi di SMPN 2 Sambungmacan, Kabupaten Sragen membuat kaget banyak orang. Para pekerja bangunan menemukan sarang ular weling yang berisi induk serta delapan anak ular di dalam tanah galian proyek.

"Benar, ada temuan ular weling di area renovasi kamar mandi SMPN 2 Sambungmacan. Tim kami dari Exalos, Rescuer Didik yang juga seorang guru, langsung turun tangan ke lokasi untuk melakukan penanganan," kata Ketua Umum Exalos Indonesia, Janu Wahyu Widodo melalui keterangan tertulis yang diterima detikJateng, Rabu (28/10/2026).

Janu menjelaskan, dari hasil penyisiran di area galian tanah proyek tersebut, petugas mendapati temuan yang cukup mengagetkan. Seekor induk ular weling ditemukan bersama 10 selongsong telur kosong yang menandakan telur-telur tersebut baru saja menetas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Total ada 8 ekor anakan ular weling yang ditemukan di dekat sarang induknya, 3 ekor di antaranya ditemukan dalam kondisi mati karena diduga tertimbun atau terdampak galian tanah pekerja," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

"Sedangkan lima ekor lainnya berhasil dievakuasi dalam kondisi hidup," jelas Janu.

Janu mengatakan penemuan mengejutkan ini terjadi di sekolah yang beralamat di Dukuh Klunggean, Desa Plumbon, Kecamatan Sambungmacan, Sragen. Untungnya, temuan satwa mematikan itu langsung dilaporkan dan berhasil diamankan oleh tim penyelamat.

"Proses evakuasi berjalan sekira 10 menit, karena di sana ada guru yang tergabung di exalos," ucapnya.

Dirinya menjelaskan, Ular weling dikenal sebagai salah satu jenis ular darat yang memiliki racun saraf (neurotoxin) sangat kuat dan berbahaya bagi manusia. Apalagi jenis ular tersebut mempunyai bisa tinggi.

"Berbisa tinggi, lebih mematikan dari kobra dan belum ada antibisa di Indonesia," bebernya.

Janu mengimbau kepada pihak sekolah, para pekerja bangunan, serta masyarakat luas agar lebih waspada terhadap potensi kemunculan satwa liar berbisa, terutama di area-area tersembunyi seperti tumpukan material, semak, maupun galian tanah.

"Temuan ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa ancaman satwa berbisa bisa berada di tempat-tempat yang tidak terduga, seperti lokasi renovasi bangunan. Kami berterima kasih kepada pihak sekolah dan pekerja yang sigap melapor sehingga evakuasi bisa dilakukan dengan cepat sebelum menimbulkan korban," pungkasnya.



(afn/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads