Sepasang suami istri menjadi korban tabrak lari dalam kecelakaan di dekat Asrama Haji Donohudan, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali dini hari tadi. Korban diduga ditabrak mobil dari arah berlawanan hingga si suami tewas.
Kabar kejadian ini juga beredar di media sosial, salah satunya Instagram @beritasolohariini. Disebutkan bahwa peristiwa kecelakaan yang diduga tabrak lari itu terjadi sekitar pukul 03.00 WIB, Rabu (28/10/2026).
"Kecelakaan yang diduga merupakan tabrak lari terjadi di depan Embarkasi Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali, Rabu (28/10/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Berdasarkan informasi awal, satu orang bernama Nugroho, warga Dukuh Lemahbang, Desa Dibal, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, meninggal dunia di lokasi kejadian," tulis akun tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
detikJateng mendatangi rumah duka korban di Dukuh Lemahbang, Desa Dibal, Kecamatan Ngemplak dan bertemu kakak korban, Iwan Susilo. Ia menyebut kecelakaan terjadi saat adiknya mengantar istri ke SPPG untuk bekerja dengan membawa motor sendiri-sendiri.
"Itu katanya sih (saat kejadian) kan mengantar istri (kerja). Mengantar istri, tapi nggak berboncengan, dua kendaraan (mengendarai motor sendiri-sendiri)," kata kakak korban, Iwan Susilo (40), kepada wartawan saat ditemui di rumah duka, Rabu (28/10/2026).
"Yang istrinya (melaju) di depan, yang adik saya (Nugroho) itu di belakangnya. Sebenarnya sudah mau nabrak yang istrinya tapi bisa menghindar. Yang belakangnya adik saya itu nggak bisa menghindar. Kelihatannya meninggal di tempat," ungkap dia.
Korban kecelakaan tersebut yakni Nugroho (33) dan istrinya, Ika Indriyani. Akibat kejadian itu, Nugroho, meninggal dunia. Korban telah dimakamkan siang hari ini tadi pukul 11.00 WIB.
Suasana rumah duka korban tabrak lari di Dukuh Lemahbang, Desa Dibal, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Rabu (28/10/2026). Foto: Jarmaji/detikJateng |
Dijelaskan Iwan Susilo, dari keterangan yang ia dapat, dini hari tersebut Nugroho hendak mengantar istrinya kerja di SPPG. Mereka berdua mengendarai motor sendiri-sendiri, melaju dari arah barat menuju ke timur.
Namun nahas, ketika tiba di timur Asrama Haji Donohudan, kecelakaan terjadi. Suami istri itu diduga ditabrak oleh kendaraan mobil dari arah berlawanan.
"Kejadiannya sekitar jam 03.00 WIB. Motornya dari arah barat, mobilnya dari timur. (Korban) Itu mau berangkat kerja istrinya. Itu kan nganter, (kerja) di MBG (SPPG)," imbuh Iwan.
Iwan mengaku mendapat kabar adiknya kecelakaan pada pukul 03.30 WIB. Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit UNS di Kartasura, Sukoharjo. Namun jiwanya tak tertolong.
Menurut Iwan, istri korban sempat keserempet mobil itu dan terjatuh. Beruntung, kondisinya tidak mengalami luka serius.
Pihak keluarga berharap, kasus kecelakaan lalulintas diduga tabrak lari ini bisa segera diusut tuntas oleh pihak kepolisian.
"Ya, segera diusut tuntas," harap dia.
Dia mengaku sudah mendapat gambar CCTV mobil yang diduga menabrak adiknya itu. Yakni jenis mobil keluarga, hanya nomor kendaraan tidak terlihat.
Sementara itu saksi di lokasi kejadian, Zuriyah, mengatakan dirinya mendengar teriakan minta tolong dari luar rumah setelah kejadian tersebut. Kemudian ia pun keluar untuk menengoknya dan benar. Dia kemudian teriak memberi tahu warga lainnya.
"(Motor) Yang dipakai yang cowok (korban), hancur banget. Dua motor, suami istri, katanya mau pergi kerja," jelas Zuriyah, kepada para wartawan.
Saat kejadian pada dini hari itu, juga terdengar suara benturan yang cukup keras. Hal itu membuat warga kaget dan kemudian keluar rumah untuk melihat apa yang terjadi dan memberikan pertolongan.
detikJateng telah mencoba menghubungi Kasatlantas Polres Boyolali dan Kapolres Boyolali. Namun hingga berita ini ditulis belum ada konfirmasi terkait kronologi peristiwa ini.

