Mayat Pria Nyaris Jadi Kerangka Ditemukan di Tembalang Semarang

Mayat Pria Nyaris Jadi Kerangka Ditemukan di Tembalang Semarang

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Rabu, 28 Okt 2026 13:33 WIB
Police line tape. Crime scene investigation. Forensic science.
Ilustrasi penemuan mayat. Foto: Getty Images/D-Keine
Semarang -

Warga Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tembalang, digegerkan dengan penemuan mayat di tengah ladang perkebunan. Mayat korban yang diketahui bernama Reko (81) itu kondisinya sudah membusuk dan hampir menjadi kerangka alias tengkorak.

"Korban ditemukan dalam kondisi sudah membusuk, hampir menjadi tengkorak," ungkap Kapolsek Tembalang, Kompol Kristiyastuti Handayani melalui pesan singkat kepada detikJateng, Rabu (28/10/2026).

Perempuan yang akrab disapa Tiyas itu menyampaikan, korban dikenali berdasarkan ciri-ciri fisik dan pakaian, mengenakan baju hem hitam lengan panjang dan celana pendek warna biru donker. Posisi telentang dan sudah membusuk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Korban pria lanjut usia bernama Reko (81), ditemukan di kawasan ladang atau tebing Durenan RT 08 RW 02, tepatnya di samping Jalan R Soekamto, Kelurahan Mangunharjo pukul 08.30 WIB," katanya.

ADVERTISEMENT

Ia menyebut, penemuan itu bermula saat seorang warga tengah membersihkan lahan yang rencananya akan ditanami pohon ketela sekitar pukul 06.30 WIB. Saat membabat rumput di bagian bawah tebing dan berjalan ke atas, dia terkejut melihat jenazah tersebut.

Saksi kemudian berlari pulang dan memberitahukan penemuan itu kepada adiknya, yang kemudian menghubungi Ketua RW setempat. Ketua RW dan Ketua RT lantas mendatangi lokasi untuk mengecek temuan tersebut.

"Keduanya mengenali korban adalah Mbah Reko, lalu menghubungi istri korban, Sukarti, yang membenarkan identitas korban," jelasnya.

Berdasarkan keterangan keluarga, lanjut Tiyas, korban diketahui meninggalkan rumah sejak Rabu (14/10) sekitar pukul 06.30 WIB. Keluarga telah berusaha mencari keberadaan korban, tetapi tidak menemukannya.

"Istri korban menyampaikan bahwa suaminya sering tidak pulang dan tidur di kebun. Korban memiliki riwayat sakit dan sudah berusia lanjut," terangnya.

Kepolisian dan Tim Inafis kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Berdasarkan pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara (TKP), polisi tak menemukan indikasi kekerasan.

"Tidak ditemukan indikasi awal kekerasan maupun tindak pidana di lokasi TKP. Korban diduga meninggal dunia karena sakit akibat faktor usia lanjut," kata Tiyas.



(apl/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads