Prosesi pemakaman warga Dukuh Cluntang, Peleman, Gemolong, Muji Rahayu (32), yang memiliki berat badan mencapai 300 kilogram, berlangsung dramatis. Tim relawan gabungan dikerahkan untuk membantu pemakaman Muji.
"Tim relawan gabungan harus menerjunkan peralatan vertical rescue untuk menurunkan jenazah ke liang lahat," kata Ketua PMI Kabupaten Sragen, Utami Dewi Mashitoh, Selasa (27/10/2026).
Dirinya mengatakan tim relawan serta potensi SAR gabungan diterjunkan untuk membantu pemakaman khusus warga obesitas tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami menerima laporan mengenai kebutuhan penanganan khusus ini. Karena kendala berat badan almarhumah yang mencapai sekitar 300 kg, pemakaman secara standar sulit dilakukan sehingga memerlukan evakuasi dan teknik khusus," ujarnya.
Utami mengatakan informasi awal diterima oleh Call Center PSC 119 Sukowati Kabupaten Sragen sekitar pukul 11.19 WIB dari perwakilan relawan setempat. Menanggapi laporan tersebut, PSC 119 Sukowati langsung berkoordinasi cepat dengan jejaring Potensi SAR Gabungan Kabupaten Sragen untuk menyiapkan personel dan peralatan keselamatan di lokasi rumah duka.
"Untuk memastikan pemakaman berjalan lancar dan aman tanpa membahayakan petugas maupun keluarga, tim SAR mengaplikasikan teknik vertical rescue. Pemasangan alat seperti tali dan pulley dilakukan secara presisi di atas liang pemakaman TPU Mojosongo, Desa Peleman," terangnya.
Utami menyebut, pemakaman dilakukan sekitar pukul 13.30 WIB. Prosesi penurunan jenazah juga membutuhkan waktu setengah jam.
"Proses lowering atau penurunan jenazah ke liang lahat memakan waktu kurang lebih 30 menit. Berkat kerja sama solid seluruh unsur di lapangan, prosesi dapat berjalan aman dan smoothly," jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan jenazah sebelumnya dievakuasi dari rumah duka menuju tempat pemakaman umum (TPU) menggunakan armada kendaraan pikap milik warga setempat.
"Tim SAR Gabungan mengevakuasi jenazah menuju TPU Mojosongo, Desa Peleman, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, menggunakan kendaraan pikap warga setempat," terang Utami.
Dirinya menyebut, penanganan darurat ini melibatkan berbagai unsur lintas instansi dan organisasi relawan, di antaranya PSC 119 Sukowati Sragen, BPBD Kab. Sragen, Pemadam Kebakaran, TNI/Polri, Perangkat Desa Peleman, TAGANA, MDMC, SAR Himalawu, SAR MTA, SAR PSHT Karangmalang, RedKar, Relawan Gemolong, Ambulans Abimanyu, serta warga masyarakat sekitar.
"Setelah seluruh prosesi pemakaman rampung dan jenazah berhasil diistirahatkan dengan layak, seluruh unsur SAR gabungan kembali ke posko kesatuan masing-masing," pungkasnya.
