Empat baterai base transceiver station (BTS) di tepi Jalan Jogja-Solo, Dukuh Karangwuni Wetan, Desa Dlimas, Kecamatan Ceper, Klaten, raib digondol pencuri. Total kerugian diperkirakan sekitar Rp 20 juta.
"(Empat baterai) Kemungkinan kerugian sekitar Rp 20 juta. Modusnya mencongkel gembok, memotong kabel-kabel dan diambil baterainya," kata Pamapta 1 Polresta Klaten Ipda Tedy Heru Yulianto kepada awak media di lokasi, Selasa (27/10/2026) siang.
Tedy mengatakan, kejadian pencurian tersebut baru diketahui sekitar pukul 11.30 WIB tadi. Kejadiannya dilaporkan ke Polsek Ceper.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada laporan ke Polsek Ceper dan diteruskan ke Pamapta Polresta Klaten. Lalu kita datang ke TKP bersama Inafis Polresta Klaten," ujar dia.
Menurut Tedy, dari hasil pengecekan di TKP, ditemukan botol air mineral dan plastik di area boks baterai litium tersebut.
"Kemungkinan pelaku 2-4 orang. Sebelumnya juga ada kejadian di wilayah Tulung. Kemungkinan ada rentetannya atau tidak, nanti dilidik," ucap Tedy.
"Pelaku ini merusak gembok depan dan gembok di boks baterai," imbuhnya.
Lokasi kejadian berada di tepi jalan raya nasional yang ramai 24 jam. Di utara, selatan, dan timur lokasi BTS itu merupakan rumah penduduk.
Pekerja proyek tower BTS, Ahyani, menyatakan dirinya tiba di lokasi bersama tim dan kondisi gembok sudah rusak. Saat ia masuk, boks sudah kosong.
"Kita buka boks baterai sudah tidak ada, langsung kita report ke orang tower. Gembok, kita ke sini sudah rusak," kata dia kepada wartawan di lokasi.
"Dampaknya kalau mati lampu (listrik padam) ya padam semua (jaringan)," imbuhnya.
