Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi, menggelar rapat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Lereng Gunung Lawu di Karanganyar. Menurut Luthfi, kondisi terkini tinggal satu titik api di Lereng Lawu.
"Hari ini alhamdulillah tinggal satu titik api. saya sudah koordinasi Pak Bupati dan BNPB yang di Lanud, akan diterjunkan satu sorti lagi melihat kondisi cuaca. Tapi satu titik api ini hal penting bagi kita, karena harus kita evaluasi jangan sampai timbul titik api yang lain," kata Luthfi kepada awak media di Tawangmangu, Karanganyar, Senin (26/10/2026).
Dia mengapresiasi tim gabungan yang telah bahu membahu memadamkan Karhutla Lereng Lawu. Namun, evaluasi tetap diperlukan agar kejadian serupa tak terulang kembali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Luthfi mengatakan, upaya pencegahan perlu dilakukan dengan edukasi kepada masyarakat, memasang spanduk peringatan, hingga memberikan hukuman pidana bagi orang yang sengaja membakar hutan.
Baca juga: Karhutla Gunung Lawu Capai 885 Hektare |
"Contohnya upaya pencegahan di antaranya adalah TNI Polri, Polri khususnya menggunakan banner-banner pencegahan, upaya-upaya penerangan pada masyarakat agar tidak coba-coba membakar hutan sembarangan, agar tidak membuang puntung rokok sembarangan di suatu tempat di daerah rawan kebakaran. Kalau perlu dipidana itu kalau ada unsur kesengajaan sehingga memberikan efek jera, sehingga hutan di wilayah kita bisa terjaga bersama-sama," jelasnya.
Terkait penyebab Karhutla Lereng Lawu, Luthfi menyerahkan kepada pihak kepolisian untuk melakukan investigasi.
"Masih dalam penyelidikan. Jadi penyelidikan karena ini luas, nah nanti serahkan ke Polri. Apakah itu disengaja, apakah itu human error, apakah itu apa jenenge (namanya) gesekan antarpohon terus kobong (terbakar), nanti mereka yang menentukan," terangnya.
Luthfi menambahkan, langkah antisipasi juga dilakukan dengan pembangunan tandon air dan pipanisasi. Luthfi mengakui medan lereng Lawu sangat ekstrim, sehingga menyulitkan dalam proses pemadaman.
"PU kita sudah saya koordinasikan dengan Perhutani dan Kabupaten/Kota agar mana yang perlu adanya pipanisasi, mana yang perlu ada embung kecil apabila terjadi force majeure terkait dengan kebakaran kita bisa mengambil tindakan tegas," kata Luthfi.
"Karena demografi wilayah kita itu sangat susah sekali, ada gunung, ada lereng, ada macam-macam. Dan apalagi ini El Nino panjang, ini wis (sudah) mulai mendung-mendung, agak tertolong. Kalau ini nanti kering lagi, kena angin wis dadi gawe (sudah jadi masalah)," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Karhutla Lereng Lawu tinggal menyisakan satu titik api di Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. Sedangkan di Kecamatan Tawangmangu dilaporkan sudah tidak ada titik api.
"Ya (titik api sudah berkurang). Sampai sore tadi, 1 titik api di atas (Desa) Segoro Gunung (Kecamatan) Ngargoyoso. Laporan sampai dengan sore tadi sudah (tidak ada titik api di Gondosuli)," kata Kalakhar BPBD Karanganyar, Sugiharjo, saat dihubungi detikJateng, Sabtu (24/10/2026).
Kebakaran di lereng Lawu ini membakar hutan pinus dan ilalang. Api mulai diketahui pada Kamis (15/10) dengan titik awal lokasi di petak 28, 32, dan 62c Desa Gondosuli.
