Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Lawu terus dilakukan. Luas lahan yang terbakar hingga hari ini, Sabtu (24/10) mencapai 885 hektare.
"Perkiraan luas lahan yang terbakar sekira 885 hektare," kata Kapala Pelaksana BPBD Karanganyar, Sugiharjo melalui keterangan tertulis, Minggu (25/10/2026).
Sugiharjo mengatakan upaya pemadaman masih dilakukan melalui jalur darat dan udara. Ia mengatakan pelaksanaan water boombing sempat terkendala cuaca dan angin kencang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jalur udara menggunakan helikopter Super Puma NAS-332/H-3216 milik TNI AU telah dilakukan kemarin. Dalam operasi tersebut dilakukan satu sortie atau dua kali pengeboman air dengan total sekitar 4.000 liter air. Namun, pelaksanaannya terkendala cuaca dan angin kencang," ungkapnya.
Sementara itu, upaya pemadaman melalui jalur darat dilakukan oleh personel yang bergerak dari sejumlah posko. Ia mengatakan petugas melakukan pemantauan, pemetaan titik api, serta pembuatan sekat bakar atau ilaran api untuk memutus jalur rambatan kebakaran.
"Di Posko Induk Gondosuli, sebanyak dua regu dengan total 32 personel bergerak melalui jalur Desa Gondosuli. Selain memantau kondisi kebakaran, petugas membuat sekat bakar dan mengamankan jalur pipa air bersih," jelasnya.
"Kemudian, di Pos Aju Cemoro Kandang, dua regu bergerak melalui jalur pendakian untuk memantau dan membuat sekat bakar di area yang sulit mendapatkan air. Sebanyak 50 personel dikerahkan menuju jalur pendakian Pos II," sambungnya.
Sedangkan di Pos Aju Tambak, Desa Berjo, tiga regu dengan 30 personel bergerak melalui jalur pendakian untuk memantau dan memetakan titik api menuju jalur pendakian Segoro Gunung.
"Adapun di Pos Aju Cetho, Desa Gumeng, pemantauan visual dilakukan di sekitar posko dengan 25 personel bersiaga. Satu regu lainnya, dengan 20 personel, bergerak untuk membuat sekat bakar guna memutus rambatan api menuju jalur Pos II dan Pos III pendakian Segoro Gunung," terangnya.
Sugiharjo mengatakan upaya penanganan karhutla akan dilanjutkan dengan mengantisipasi potensi kebakaran kembali. Hal ini karena sisa arang dari pohon yang terbakar masih ditemukan menyala dan membara di sejumlah titik.
"Potensi kebakaran kembali menjadi perhatian, terutama di kawasan Pos II jalur pendakian Cemoro Kandang dan jalur pendakian Tambak," tuturnya.
Untuk hari ini petugas dijadwalkan melanjutkan pembuatan sekat api di sekitar hutan alam serta mengamankan jalur pipa air bersih. Pemantauan melalui udara menggunakan drone juga akan dilakukan untuk mengetahui sebaran titik api.
"Pemantauan hari ini adanya potensi kebakaran kembali perlu diwaspadai karena sisa (arang) dari bekas pohon yang terbakar masih menyala dan membara. Pemantauan udara menggunakan drone termal akan menjadi acuan bagi petugas dalam menentukan pergerakan dan strategi penanganan berikutnya," pungkasnya.
