Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng Gunung Lawu tinggal menyisakan satu titik api di Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. Titik api di Kecamatan Tawangmangu, dilaporkan sudah tidak ada.
"Ya (titik api sudah berkurang). Sampai sore tadi, 1 titik api di atas (Desa) Segoro Gunung (Kecamatan) Ngargoyoso. Laporan sampai dengan sore tadi sudah (tidak ada titik api di Gondosuli)," kata Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Karanganyar, Sugiharjo, saat dihubungi detikJateng, Sabtu (24/10/2026).
Dia mengatakan, upaya pemadaman water bombing masih dilakukan, namun terhenti terkendala cuaca dan angin kencang. Water bombing hanya bisa dilakukan sebanyak dua kali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski di Gondosuli sudah padam, tim dari Pos Induk tetap membuat ilarang untuk memutuskan jalur api, dan pengembangan pipanisasi warga. Di Pos Aju Cemoro Kandang, juga melakukan pemantauan dan ilalang di Pos 2.
"Pos Aju Tambak, pergerakan tiga regu melalui jalur pendakian tambak untuk pemantauan dan pemetaan titik api. Sejumlah 30 personel menuju jalur pendakian Segoro Gunung," ucapnya.
Sementara di Pos Aju Cetho, tim melakukan pemantauan, dan membuat penyekatan untuk memutus jalur api.
"Perkiraan luas lahan yang terbakar sejauh ini kurang lebih 885 hektare," ujarnya
Sugiharjo menjelaskan, tim gabungan dari empat pos masih tetap melakukan pemantauan dan penyekatan api besok. Mereka juga mewaspadai sisa kebakaran agar tidak menyala lagi.
"Upaya pemadaman mengoptimalkan penanganan dengan water bombing dengan menyesuaikan kondisi cuaca di lapangan," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, kebakaran di lereng Lawu ini membakar hutan pinus dan ilalang. Api mulai diketahui pada Kamis (15/10) dengan titik awal lokasi di petak 28, 32, dan 62c Desa Gondosuli.
