Seekor celeng (babi hutan) masuk ke dalam Masjid Agung An Nur yang berlokasi di Dukuh Selogender, Desa Gempol, Jati, Blora. Celeng itu pun ditembak mati, dan dagingnya dibagi-bagikan ke warga.
Warga setempat, Kiswanto, mengungkapkan insiden itu terjadi pada Rabu (21/10) sekitar pukul 14.00 WIB.
"Saya sedang di rumah tiba-tiba mendengar suara 'jedor'. Saya keluar, saya kira anak saya. Terus ada tetangga bilang bahwa ada celeng masuk masjid," kata Kiswanto ditemui di masjid, Kamis (22/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kiswanto berkata, hewan itu diduga berasal dari hutan di sebelah utara desa. Sebelum lari ke masjid, celeng tersebut sempat tabrak pintu pagar masjid hingga roboh.
"Celeng dari arah timur, lari ke barat nabrak pagar. Pagar sampai roboh. Terus ada orang lewat, tahu ada suara, setelah dilihat ternyata ada babi hutan," ujar dia.
Celeng ditembak mati usai masuk masjid di Dukuh Selogender, Desa Gempol, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Rabu (21/10/2026). Foto: Dok. Kiswanto warga Blora |
Ditembak Mati
Kiswanto melanjutkan, warga kemudian berinisiatif meminta bantuan seseorang yang mempunyai senapan untuk berburu. Pasalnya, dengan bobot yang diperkirakan mencapai 90 kilogram, mustahil bisa ditangkap menggunakan tangan kosong.
"Masalahnya ukuran babinya kan besar, ya babi 90-an kilogram. Jadi kalau ditangkap secara manual kan tidak mumpuni. Jadi berinisiatif untuk pakai senapan," ujarnya.
Dikatakan Kiswanto, babi hutan itu akhirnya mati setelah ditembak di kepala dari jarak sekitar 20 meter.
"Setelah ditembak babinya langsung mati. Akhirnya dibawa teman-teman ke luar," kata dia.
Darah celeng itu yang berceceran di dalam masjid pun kemudian dibersihkan pengurus masjid.
Kiswanto menduga, celeng itu masuk ke permukiman untuk mencari makan atau minum. Dia menyebut di kawasan itu masih ada celeng meski sudah tidak sebanyak dahulu.
"Yang jelas celeng itu cari makan minum, nyasar ke desa. Saya tahu itu dari hutan utara desa," tuturnya.
Kiswanto menambahkan, tidak ada warga yang menjadi korban serudukan celeng tersebut. Saat itu warga memilih mengamati dari luar pagar dan baru masuk ke masjid untuk mengevakuasi hewan tersebut setelah ditembak mati.
Warga lainnya, Warsini, mengatakan celeng itu datang dari arah timur sebelum menabrak pintu pagar masjid hingga roboh.
"Celeng dari arah etan (timur), menabrak pintu pagar masjid, itu celeng dari hutan. Akhirnya ditembak mati oleh warga. Lalu dibawa warga," kata Warsini.
Dia mengaku melihat celeng tersebut sudah dalam keadaan mati saat berada di masjid. Menurutnya, ukuran celeng itu cukup besar sehingga menarik perhatian warga.
"Yang melihat penuh mas. Saya lihat di masjid itu celeng sudah mati. Celengnya besar," ucapnya.
Daging Dibagikan ke Warga
Warga setempat Kiswanto membeberkan, setelah mati, celeng tersebut kemudian dipotong. Dagingnya dibagikan ke masyarakat sekitar.
"Celeng diberoncah, dipotong-potong, terus ada yang dimasak. Intine dibuat pesta lah," paparnya.
Ia menerangkan celeng yang sudah mati itu dibawa oleh warga Dukuh Gunung, Desa Gempol. Kemudian, potongan dagingnya dibagikan ke sejumlah warga.
"Daging dibagi-bagikan ke warga. Dibagikan mentah, dimasak sendiri-sendiri. Yang menembak dikasih daging mentah," jelasnya.
Saksikan Live DetikPagi:

