Detik-detik Celeng 90 Kg Nyelonong ke Masjid Blora hingga Ditembak Mati

Detik-detik Celeng 90 Kg Nyelonong ke Masjid Blora hingga Ditembak Mati

Achmad Niam Jamil - detikJateng
Kamis, 22 Okt 2026 14:13 WIB
Celeng ditembak mati usai masuk masjid di Dukuh Selogender, Desa Gempol, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Rabu (21/10/2026).
Celeng ditembak mati usai masuk masjid di Dukuh Selogender, Desa Gempol, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Rabu (21/10/2026). Foto: Dok. Kiswanto warga Blora
Blora -

Seekor babi hutan atau celeng berbobot sekitar 90 kilogram tiba-tiba nyelonong masuk ke Masjid Agung An Nur di Dukuh Selogender, Desa Gempol, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora. Celeng tersebut menabrak pintu pagar masjid hingga roboh sebelum akhirnya ditembak mati oleh warga.

Peristiwa itu terjadi, Rabu (21/10/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Celeng tersebut diduga berasal dari hutan di sebelah utara desa. Hewan liar itu berlari dari arah timur menuju barat hingga menabrak pintu pagar masjid.

Salah seorang warga, Kiswanto (44), mengatakan saat kejadian dirinya sedang berada di rumah. Tiba-tiba mendengar suara benturan keras. Awalnya, Kiswanto mengira suara tersebut berasal dari anaknya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sedang di rumah tiba-tiba mendengar suara 'jedor'. Saya keluar, saya kira anak saya. Terus ada tetangga bilang bahwa ada celeng masuk masjid," kata Kiswanto saat ditemui detikJateng di masjid Dukuh Selogender, Desa Gempol, Jati, Kamis (22/10).

ADVERTISEMENT

Dia kemudian mendatangi masjid dan melihat celeng tersebut sudah berada di tempat imam. Sementara itu, warga lainnya memilih mengamati dari luar pagar karena khawatir dengan ukuran celeng yang cukup besar.

Menurut Kiswanto, warga kemudian meminta bantuan seseorang yang memiliki senapan untuk menembak celeng tersebut. Warga menilai penangkapan secara manual terlalu berisiko mengingat ukuran hewan itu diperkirakan mencapai 90 kilogram.

"Masalahnya ukuran babinya kan besar, ya babi 90-an kilogram. Jadi kalau ditangkap secara manual kan tidak mumpuni. Jadi berinisiatif untuk pakai senapan," jelasnya.

Celeng tersebut kemudian ditembak satu kali di bagian kepala dari jarak sekitar 20 meter. Setelah terkena tembakan, hewan itu langsung ambruk dan mati.

"Setelah ditembak babinya langsung mati. Akhirnya dibawa teman-teman ke luar," imbuhnya.

Setelah celeng dievakuasi, pengurus masjid membersihkan darah yang berceceran di dalam ruangan. Sementara itu, daging celeng tersebut dibawa warga untuk diproses di Dukuh Gunung, Desa Gempol.

Kiswanto menduga celeng tersebut masuk ke permukiman untuk mencari makan atau minum. Dia menyebut keberadaan celeng di kawasan tersebut masih ditemukan, meski jumlahnya tidak sebanyak dahulu.

"Yang jelas celeng itu cari makan minum, nyasar ke desa. Saya tahu itu dari hutan utara desa," tuturnya.

Beruntung, kejadian tersebut tidak sampai menimbulkan korban akibat serangan celeng. Warga baru mendekati hewan tersebut untuk mengevakuasinya setelah ditembak mati.

Warga lainnya, Warsini, membenarkan celeng tersebut datang dari arah timur sebelum menabrak pintu pagar masjid hingga roboh.

"Celeng dari arah etan (timur), menabrak pintu pagar masjid, itu celeng dari hutan. Akhirnya ditembak mati oleh warga. Lalu dibawa warga," kata Warsini.



(apl/ams)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads