Pemilik Kuliner Mi Babi Sukoharjo Lega Pembakar Warungnya Ditangkap

Pemilik Kuliner Mi Babi Sukoharjo Lega Pembakar Warungnya Ditangkap

Agil Trisetiawan Putra - detikJateng
Selasa, 20 Okt 2026 15:09 WIB
Rumah kontrakan eks napiter inisial AS di Desa Purbayan, Kecamatan Baki, Sukoharjo, Selasa (20/10/2026).
umah kontrakan eks napiter inisial AS di Desa Purbayan, Kecamatan Baki, Sukoharjo, Selasa (20/10/2026). Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng
Sukoharjo -

Polisi berhasil mengamankan seorang mantan narapidana kasus terorisme yang diduga melakukan pengerusakan dan pembakaran warung Mi dan Babi Tepi Sawah, di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. Pemilik warung mengaku lega dengan adanya penangkapan itu.

"Pasti sudah lega, karena sudah mengerucut, sudah ada titik temu. Tapi saya belum tahu berita updatenya seperti yang pengembang kasus yang kemarin ini juga salah satunya dari situ. Saya juga enggak tahu juga dan saya tidak mau menambahi juga," kata Pemilik Warung Mie dan Babi Tepi Sawah, Jodi Sutanto, saat dihubungi awak media, Selasa (20/10/2026).

Dari informasi yang dia peroleh, ada empat pelaku pengerusakan dan pembakaran warungnya. Dia juga menyebut belum mendapat pemberitahuan langsung dari polisi, namun ia mengikuti pemberitaan yang ada. Ia pun mengcucapkan terima kasih atas tindakan yang dilakukan polisi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau saya baru sebatas mengikutin berita ya. Jadi berita yang baru viral lah dari semalam itu, yang saya kira dari keterangan dari Pak Kapolda Jateng yang langsung memberikan press release dengan wartawan semalam, jadi kan biar kita sudah enggak meraba-raba, berarti kan memang sudah itu A1 dengan adanya kejadian yang terjadi di tempat saya," ujarnya.

Jodi mengaku cukup lega dengan pengungkapan kasus ini. Hanya saja dia juga berharap pelaku lain bisa segera ditangkap.

ADVERTISEMENT

"Tapi dengan adanya yang kejadian tempat saya itu ada empat orang, info kemarin yang saya dapat itu dari press release kisaran satu orang, dan masih ada beberapa yang mungkin masih ada tugas dari pihak kepolisian untuk menuntaskan, lah," imbuhnya.

Dia berharap, kasus penyerangan warungnya bisa terungkap secara utuh. Sebagai pengusaha, ia juga ingin jaminan rasa aman. Dia tak ingin usahanya kembali mendapatkan teror, sehingga mengganggu operasional warungnya.

"Untuk saya buka kembali otomatis saya memerlukan jaminan keamanan. Dengan adanya mungkin yang belum tertangkap atau dan sebagainya, pasti kan suatu kelompok-kelompok tertentu kan pasti, banyak ya yang mungkin antara like and dislike. Tapi saya percaya, saya serahkan semuanya tetap ke pihak kepolisian terutama dari Jatanras Polda Jateng, dari Densus 88, dan Polres Sukoharjo untuk benar-benar memaksimalkan masalah ini sampai ke akar-akarnya," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Penggerebekan yang dilakukan pihak kepolisian di Desa Purbaya, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo terkait dengan kasus pengerusakan dan pembakaran warung Mi dan Babi Tepi Sawah, di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol.

"Kegiatan penindakan yang dilakukan oleh kepolisian dalam hal ini Brimob, Polres, dan Polda berkaitan dengan kejadian yang terjadi pada tanggal 12 September, atas pengerusakan dan pembakaran warung Mi Babi di Parangjoro, Grogol," kata Kapolda Jateng Irjen Roy Hardi Siahaan, disekitar TKP, Selasa (20/10/2026).

Dalam penggerebekan itu, polisi menggerebek sebuah rumah yang dihuni terduga pelaku berinisial AS. Roy juga datang, dan melihat rumah terduga pelaku usai penggerebekan selesai.

Dari pantauan detikJateng, sejumlah barang dari dalam rumah dibungkus plastik. Kaca rumah pecah, sebuah motor terjatuh di halaman rumah. Rumah tersebut nampak sangat berantakan pascapenggerebekan.

"Sejauh ini yang sudah kita amankan satu orang, atas nama AS. Kita sudah bisa amankan yang bersangkutan," ucapnya.



(alg/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads