Aspal di Jalan Unta Raya, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, kembali rusak meski jalan tersebut baru saja diperbaiki sekitar tiga hari lalu. Kerusakan di jalan tersebut diduga terjadi usai adanya alat berat yang melintas.
"ASPAL BARU, RUSAK LAGI!
JALAN UNTA RAYA JADI BUKTI BURUKNYA PERENCANAAN? Baru saja diaspal menggunakan hotmix, Jalan Unta Raya yang sebelumnya mulus kini kembali rusak setelah dilalui alat berat," tulis akun @dinaskegelapan_kotasemarang, Selasa (20/10/2026).
Dalam video viral yang diunggah itu, terlihat ada alat berat yang meninggalkan jejak dengan mengakibatkan aspal yang baru diperbaiki terkelupas.
Pantauan detikJateng di Jalan Unta Raya bawah flyover, permukaan aspal tampak terkelupas dan terkeruk hingga membentuk lubang bekas roda sepanjang sekitar hampir 100 meter.
Aspal yang rusak membuat pengendara motor terganggu setiap melintas jalan tersebut, sehingga memilih melintas di tengah jalan. Kondisi itu juga dikeluhkan warga karena jalan itu baru diperbaiki kurang dari sepekan.
"Mulai rusak dari kemarin Senin (19/10) siang. Padahal baru diperbaiki nggak sampai seminggu," kata salah seorang warga, Maulida (38) kepada detikJateng.
Ia mengatakan, sebelum diperbaiki beberapa hari lalu, kondisi jalan tersebut memang bergelombang dan terdapat lubang-lubang kecil. Namun, setelah diperbaiki, jalan justru kembali rusak.
"Sudah cantik, sudah hitam, kemarin malah dilewati alat berat itu jadi bekasnya nyata, rusak lagi," ungkapnya.
Maulida mengaku tidak mengetahui tujuan alat berat yang melintas di jalan tersebut. Dia hanya melihat alat berat itu melintas dan membuat permukaan aspal rusak.
"Jadinya buang-buang anggaran kalau jalan baru diperbaiki sudah langsung dirusak lagi oleh alat berat. Nggak tahu mau apa alat beratnya juga," ucapnya.
"Harapannya pemerintah bisa cepat memperbaiki jalan lagi biar mulus dan nyaman dilewati. Harus dilicinkan lagi lah," sambungnya.
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Evan (28). Ia turut menyayangkan kondisi jalan yang kembali rusak setelah baru diaspal.
"Ya minta tolong diperbaiki lagi. Aspal baru kok dirusak lagi," kata Evan kepada detikJateng.
Menurut Evan, alat berat semestinya tak melintas langsung di atas aspal yang baru diperbaiki karena berisiko merusak permukaannya.
"Alat berat kan harusnya kalau lewat diangkut dulu pakai truk supaya aspalnya nggak rusak, nanti baru digendong truk terus dibawa ke sana," tuturnya.
Ia mengingatkan, kondisi jalan yang rusak dapat membahayakan pengendara, terutama saat hujan. Permukaan jalan yang berlubang berpotensi membuat genangan sehingga menyulitkan pengendara melihat kondisi jalan.
"Kalau pengendara kan jadinya nggak bisa melihat sepenuhnya kondisi jalan. Kalau sampai kecelakaan, bisa lebih fatal juga," ujarnya.
Evan lantas berharap pemerintah melakukan pengecekan dan evaluasi terhadap perbaikan infrastruktur jalan agar kerusakan serupa tidak terus berulang.
"Harapannya perlu diperbaiki lagi sistemnya sama dicek-cek lagi. Masih banyak yang kurang," sarannya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suwarto, membenarkan jalan tersebut merupakan ruas jalan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang.
"Benar (ruas jalan Pemkot) itu sedang ada pekerjaan Pemkot dan segera diperbaiki. (Alat berat itu untuk apa?) Overlay aspal jalan," kata Suwarto singkat melalui pesan WhatsApp kepada detikJateng, Selasa (20/10).
Simak Video "Menyebrangi Marine Bridge yang Menantang dengan Keamanan Terjamin di Semarang"
(alg/apl)