Warga Keluhkan Lubang Jalan Prof Hamka Semarang, Begini Langkah Pemkot

Warga Keluhkan Lubang Jalan Prof Hamka Semarang, Begini Langkah Pemkot

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Minggu, 25 Jan 2026 19:13 WIB
Potret jalan berlubang di Jalan Prof Dr Hamka, Kelurahan Tambakaji, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Minggu (25/1/2026).
Potret jalan berlubang di Jalan Prof Dr Hamka, Kelurahan Tambakaji, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Minggu (25/1/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng
Semarang -

Kondisi Jalan Prof Dr Hamka, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, dikeluhkan warga akibat banyaknya lubang yang dinilai membahayakan pengguna jalan. Kerusakan disebut semakin parah seiring tingginya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir.

Pantauan detikJateng di Jalan Prof Dr Hamka, Kelurahan Tambakaji, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, lubang di jalan tampak bertebaran di dua arah. Beberapa tampak berlubang sangat dalam, sekitar 3-5 sentimeter (cm).

Tampak kendaraan besar seperti truk juga melintas di jalan tersebut. Sementara lubang-lubang sudah ditandai dengan kapur putih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Radit (23), yang kerap melintasi jalan tersebut, mengatakan lubang di Jalan Prof Dr Hamka sudah muncul sejak lama dan kini jumlahnya semakin banyak.

"Menurutku jalan itu sudah berlubang banyak dari lama, sejak musim hujan, apalagi akhir-akhir ini hujannya deras dan intensitasnya tinggi," kata Radit kepada detikJateng di lokasi, Minggu (25/1/2026).

ADVERTISEMENT

"Mungkin nggak cuma gara-gara air hujan langsung berlubang besar begitu. Bisa jadi karena kualitas material aspalnya juga kurang," imbuhnya.

Potret jalan berlubang di Jalan Prof Dr Hamka, Kelurahan Tambakaji, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Minggu (25/1/2026).Potret jalan berlubang di Jalan Prof Dr Hamka, Kelurahan Tambakaji, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Minggu (25/1/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng

Radit menambahkan, sebelumnya sudah ada perbaikan yang dilakukan secara parsial sekitar 700 meter, dari depan SPBU Ngaliyan hingga Bank BRI Ngaliyan.

"Perbaikannya nanggung, nggak sekalian semuanya. Padahal lubangnya tersebar di beberapa titik, termasuk dari depan Kampus 3 UIN Walisongo sampai depan kelurahan itu," ucapnya.

Keluhan serupa disampaikan warga asal Ngaliyan, Haryanto (46). Ia mengaku merasa terganggu dan khawatir saat melintas, terutama pada malam hari.

"Kalau malam bahaya, apalagi nggak semua lampu motor terang atau nyala ya. Kalau tiba-tiba masuk lubang kan bisa bikin motor rusak atau bisa juga jatuh," kata Haryanto.

"Dari dulu kayaknya selalu ada jalan jelek di (Jalan) Prof Hamka. Harapannya ya kualitas aspalnya lebih dibaguson, karena jalan ini dilewati banyak truk besar," imbuhnya.

Potret jalan berlubang di Jalan Prof Dr Hamka, Kelurahan Tambakaji, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Minggu (25/1/2026).Potret jalan berlubang di Jalan Prof Dr Hamka, Kelurahan Tambakaji, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Minggu (25/1/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng

Penjelasan DPU Kota Semarang

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suwarto mengatakan, perbaikan jalan rusak, termasuk di Jalan Prof Hamka, sudah masuk dalam prioritas. Ruas lainnya ada di Jalan Soekarno-Hatta.

"Prioritas jalan rusak ini terutama di Jalan Prof Dr Hamka. Selain itu juga Jalan Soekarno-Hatta, ini (lubangnya) kecil-kecil, tapi banyak," ungkapnya.

Ia menyebut, perbaikan sudah mulai dilakukan sejak Jumat (23/1) lalu dan akan dilanjutkan secara bertahap dengan metode penyisiran.

"Kami sudah mulai sejak Jumat kemarin dan minggu depan berlanjut. Kita lakukan penyisiran terus sampai semuanya bisa terakomodir, termasuk di wilayah pinggiran," jelasnya.

Ia juga mengatakan, jalan berlubang memang dikarenakan hujan, sehingga kualitas aspal menurun.

"Karena aspal itu lawannya air. Kalau aspal kena hujan langsung pasti kinerja aspalnya berkurang. Kecuali kalau sudah rigid semuanya, kena hujan nggak masalah," terangnya.

Suwarto menambahkan, sejumlah titik lain seperti di Jalan Pandanaran dan Jalan Soekarno Hatta juga tengah ditangani. Menurutnya, proses perbaikan dilakukan sesuai dengan standar teknis.

"Kita perbaikannya sesuai dengan teknis perbaikan jalan, yang penting tidak akan menjadikan kecelakaan atau keamanan pengguna jalan terjaga," kata Suwarto.

Ia pun meminta maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi dan mengimbau pengguna jalan untuk lebih berhati-hati.

"Saya mohon maaf ke masyarakat, memang kalau di awal-awal tahun anggaran ini kan tidak langsung kita bisa membeli, kan ada proses e-katalog, kemudian sekarang ada aturan lagi harus mini kompetisi," tuturnya.

"Dan alhamdulillah sudah, kita dapat material, minggu depan Insyaallah kita kebut semuanya. Saya minta untuk tetap hati-hati masyarakat untuk dalam berkendara terutama pengendara motor," sambungnya.




(alg/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads