Unggahan beberapa video rekaman CCTV yang menunjukkan seorang wanita berhijab, disebut-sebut sebagai kepala puskesmas di Pekalongan, mengambil barang-barang dari puskesmas jadi viral. Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan menyebut kepala puskesmas itu akan dinonaktifkan sementara.
Video berdurasi hampir 5 menit itu diunggah oleh akun Instagram @pekalongan.berita pada Minggu (18/10). Video itu telah ditonton lebih dari 90 ribu kali.
Dalam video tersebut, tampak beberapa angle video potongan rekaman CCTV yang menunjukkan seorang wanita berhijab membawa barang-barang. Dalam unggahan itu juga disertakan keterangan sebagai berikut,
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Oknum Kepala Puskesmas Sragi 2 Diduga Lakukan Perbuatan Melanggar Hukum, Aset Barang Milik Puskesmas Digasak.
Kabar dugaan pelanggaran hukum yang melibatkan oknum Kepala Puskesmas Sragi 2, Kabupaten Pekalongan, menjadi sorotan. Dalam informasi yang beredar, aset barang milik puskesmas disebut-sebut telah digasak", tulis akun pekalongan.berita, dikutip detikJateng pada Senin (19/10/2026).
Respons Dinkes Pekalongan
Saat dimintai konfirmasi soal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, dr Ryan Ardana Putra, mengatakan pihaknya akan menonaktifkan sementara seorang kepala puskesmas berinisial NH dan menariknya ke kantor dinas untuk menjalani pembinaan.
"Jadi hari ini, untuk segera menindaklanjuti dan meredam gejolak di internal Puskesmas dan di masyarakat, rencananya Kepala Puskesmas akan kita tarik ke Dinas Kesehatan untuk dinonaktifkan sementara, untuk menjalani bimbingan di Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan," kata Ryan saat ditemui detikJateng, Senin (19/10/2026),
Ryan juga menyatakan pihaknya hari ini akan melakukan pemeriksaan dan klarifikasi terkait kejadian tersebut. Tim Dinas Kesehatan juga dijadwalkan ke Puskesmas Sragi 2 untuk mengecek lokasi dan meminta keterangan dari pihak-pihak terkait.
"Langsung hari ini. Dan hari ini tim Dinas Kesehatan juga langsung melakukan cek lokasi. Cek lokasi dengan tim untuk klarifikasi yang bersangkutan, mengecek apa yang hilang," ujarnya.
Ryan mengimbau semua pihak tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum pemeriksaan lebih lanjut dilakukan. Menurutnya, Dinas Kesehatan masih perlu memastikan barang-barang apa saja yang diduga hilang serta mengklarifikasi informasi yang beredar.
"Tapi kita tidak boleh menghakimi dahulu sebelum ada pemeriksaan lebih lanjut," tegasnya.
Ryan mengungkapkan, berdasarkan informasi awal yang diterimanya, kejadian tersebut diduga telah berlangsung sejak lama. Namun, pihaknya belum bisa memastikan kronologinya serta barang-barang apa yang diduga diambil.
"Informasi yang saya dapatkan itu memang kejadiannya kemungkinan sudah berlangsung lama. Jadi kita juga akan mengecek langsung ke lokasi dan mendatangi rekan-rekan staf di Puskesmas untuk meminta keterangan langsung dari mereka," jelasnya.
Saat ditanya apakah dugaan pengambilan barang tersebut dilakukan secara rutin, Ryan belum dapat memastikan.
"Aduh, kalau rutin mungkin tidak, ya. Cuma pas mungkin ada kesempatan. Tapi saya belum berani berbicara apa yang hilang karena saya harus mengecek dahulu, mengecek dahulu apa saja yang tidak ada, baru nanti kita bisa pastikan," tuturnya.
Sebagai langkah awal, Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan telah memanggil NH untuk dimintai keterangan. Ryan menyebut pemanggilan dilakukan sejak pagi tadi, sebelum tim dijadwalkan melakukan konfirmasi langsung ke lokasi.
"Kalau hari ini, untuk yang bersangkutan sudah saya panggil. Tadi sudah kita panggil mulai jam 8. Kemudian nanti rencananya jam 10 kita, tim dari Dinas Kesehatan, akan melakukan konfirmasi langsung ke lapangan," pungkasnya.
Hingga pemeriksaan selesai, Dinas Kesehatan menyatakan masih akan mendalami dugaan tersebut, termasuk memastikan kronologi kejadian dan jenis barang yang dilaporkan hilang. Dengan demikian, belum ada kesimpulan akhir mengenai dugaan pengambilan barang-barang di Puskesmas Sragi 2.
(dil/apu)
