Viral Remaja Main Api di Lahan Perhutani Temanggung, BPBD Buka Suara

Viral Remaja Main Api di Lahan Perhutani Temanggung, BPBD Buka Suara

Eko Susanto - detikJateng
Senin, 19 Okt 2026 18:10 WIB
fire png burning flame Isolated on a black background
Ilustrasi api. Foto: Getty Images/wirot pathi
Temanggung -

Video tiga remaja tepergok warga saat diduga membikin api di lahan milik Perhutani wilayah Temanggung jadi viral di media sosial. Api itu kemudian segera dipadamkan. Akun medsos BPBD Temanggung turut menulis komentar 'hmmmmm' di unggahan video itu, ini alasannya.

Video viral itu salah satunya diunggah akun Instagram @kejadiantemanggung sekitar 23 jam lalu. Disebutkan bahwa momen dalam video itu terjadi di area wisata WAWIL (Watu Angkrik/Watu Layah) Tlogopucang, Kandangan, Temanggung pada Minggu (18/10/2026) siang.

"Tulung lah luweh peduli karo lingkungan sekitar. Musim kemarau godhong suket do garing gampang Kobong gampang merembet. Siang tadi sekitar pukul 12.00 WIB, seorang warga mendapati beberapa remaja tengah memadamkan api di area wisata WAWIL (Watu Angkrik/Watu Layah) Tlogopucang, Kandangan,Temanggung (18/10/2026)."

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perekam yang kebetulan berada di lokasi yang sama kemudian menghampiri dan mengimbau agar tidak bermain api di area yang kering. Pasalnya, api bisa dengan mudah merembet dan berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas. Beruntung, api akhirnya berhasil dipadamkan oleh perekam dan temannya menggunakan dari galon seadanya. Unggahan ini sebagai imbauan bersama, bukan untuk menyudutkan pihak manapun. Mari lebih peduli dan waspada terhadap potensi kebakaran," tulis keterangan di akun Instagram @kejadiantemanggung, dikutip detikJateng pada Senin (19/10/2026).

ADVERTISEMENT

Dalam video tersebut terlihat seorang warga memergoki tiga remaja yang diduga main-main api. "He..he..he..kalian main api. Ayo main bikin kebakaran," kata warga dalam video tersebut. Seorang remaja pun menjawabnya,"nggak," ujarnya.

Dalam video tersebut, dua remaja di antaranya terlihat mengambil ranting pohon untuk memadamkan api. Hingga Senin (19/10) pukul 17.00 WIB, video itu telah ditonton kurang lebih 38 ribu kali, mendapat sekitar 7 ribu komentar, dan ribuan kali di-repost.

Dari ribuan komentar di unggahan video itu, salah satunya ada komentar dari akun bpbd_kabtemanggung yang bertulisan 'hmmmmm'.

Penjelasan BPBD Temanggung

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung, Totok Nursetyanto, mengatakan pihaknya tidak berbuat apa-apa karena lokasi kejadiannya bukan di wilayahnya.

"Maksudnya itu mungkin masih menjadi kewenangan Perhutani. Manakala itu mungkin dalam kawasannya Perhutani. Kebetulan kami cuman berkomentar 'hmmmmm'," kata Totok saat dihubungi wartawan, Senin (19/10/2026).

"Setahu kami hanya itu. Jadi, kalau kami sifatnya edukasi tidak kepada yang bersangkutan, tapi khalayak umum masyarakat. Dengan video itu ibaratnya tidak dalam langkah mengambil tindakan apapun," sambungnya.

Totok juga mengimbau agar warga lebih mewaspadai risiko kebakaran di musim kemarau ini.

"Kami belum monitor apakah Perhutani sudah tindak lanjut atau belum, kami belum monitor. Kami mengimbaunya kondisi kemarau, kekeringan, mencari air untuk kebutuhan dasar saja sulit, jangan sampai menggunakan air untuk hal yang tidak penting," ujar dia.

"Dengan adanya kebakaran kan pastinya kami harus mengambil air untuk memadamkan. Juga berkolaborasi dengan Damkar, Perhutani. Jangan melakukan hal-hal yang tidak diperkenankan, utamanya juga di saat membuat api, dalam kondisi tertentu ya harus bertanggung jawab untuk mematikan," pungkasnya.



(dil/apu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads