Ada momen haru mewarnai saat dilangsungkan wisudawan ke-76 Universitas Tidar (Untidar) terhadap 433 orang. Yang mana wisudawan S1 Jurusan Teknik Mesin, Rafael Christiandinata (23) saat maju untuk menerima ijazah membawa figura foto ayahnya.
"Ini salah satu wujud aku pengin benar-benar bapak hadir dan bapak ngeliat di atas sana bisa senang, aku bawa (foto ayah). Pengin bawa nama bapak itu setinggi-tingginya," kata Rafael kepada wartawan usai wisuda Untidar di Kampus Sidotopo, Sabtu (17/10/2026).
"Karena aku pengin bapak, selama ini mungkin dianggap rendah, dianggap biasa, orang biasa. Cuman, aku pengin bawa nama bapak ini supaya bisa menjadi sarjana," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Orangtua Rafael, Agus Nugroho (54) meninggal dunia saat ia akan mendaftar wisuda pada periode ke-75 atau sekitar bulan September. Orang tua meninggal dunia karena sakit stroke dan Rafael merupakan putera satu-satunya yang meraih sarjana.
"Aku sangat bangga dengan bapak karena beliau adalah orang tua yang sangat mati-matian kerja keras buat saya, terutama sampai di titik ini. Beliau itu sudah kerja keras, sebelum saya hampir mau wisuda, beliau ternyata terkena sakit stroke," kenang Rafaeal dengan berkaca-kaca.
"Sakit stroke yang cukup parah sampai operasi di otak. Tapi, terakhir beliau mengatakan ke saya bahwasanya,'Saya akan tuntaskan kamu sampai benar-benar wisuda sebelum pensiun'. Bapak meninggal (setelah) saya sidang," ujarnya.
"Saya tanggal 9 Juni sidang. Terus saya sudah ngomong ke bapak,'Pak, aku mau berangkat (daftar) wisuda. Aku sudah selesai sidang'. Terus bapak, 'Oke, siap. Bapak senang. Bapak sudah janji sama aku. Bapak akan datang (wisuda)'. Cuman pas aku mau daftar wisuda itu ternyata dapat kabar bapak sudah meninggal di rumah sakit," imbuh Rafael.
Ia pun tidak jadi mendaftar wisuda pada periode ke-75. Kemudian, terus balik menuju Cilangkap, Depok. Sebelumnya ayahnya telah berpesan agar Rafael jadi satu-satunya anak yang diharapkan bisa meningkatkan derajat orangtuanya.
"Itu yang sangat-sangat aku pikirkan. Karena memang aku paling terakhir. Kebetulan kakak-kakakku belum bisa menjadi sarjana. Aku anak ketiga yang sarjana," tuturnya.
Ayahnya, kata Rafael, bapak yang sangat-sangat berperan selama menjadi mahasiswa. Sebagai anak rantau yang tinggal di rumah neneknya di daerah Japunan, katanya, biasa video call menanyakan kuliah hingga skripsi.
"Sampai di detik bapak pekerjaan (sebelum pensiun) pun sampai ngomong semua ke teman-teman bapak untuk minta bantuannya. Benar-benar aku dikomunikasikan ke teman-teman bapak agar supaya nanti kelak ke depannya bisa lebih mudah mencari pekerjaan. Itu yang mungkin bapak sangat aku banggakan dan aku pengen bawa nama bapak setinggi-tingginya," bebernya.
Saat wisuda tadi, Rafael yang datang ibunya, Eka Susilawati (54). Selain itu, datang pakde, bude maupun saudara lainnya.
"Iya sedih. Tadi, saya nggak bisa nahan (air mata saat namanya dipanggil menerima ijazah). Iya, bangga banget. Dari empat (bersaudara) baru ini (sarjana). Karena dia sama bapaknya diandalin banget, paling jadi," ujar Eka berkaca-kaca.
"Dia anak ketiga yang laki-laki yang paling jadi. Yang dua (kakaknya tidak kuliah). Pesan bapak,'harus jadi, harus bener-bener dan bisa menghidupi keluarga'. (Rafael dipanggil menerima ijazah bawa foto) Saya nangis, cita-cita bapaknya," kata Eka.
Sementara itu, dalam prosesi wisuda kali ini untuk wisudawan terbaik diraih Fatika Hayu Ariyani dengan IPK 3,99 dari Pendidikan Matematika, FKIP. Ia menyelesaikan studi dalam waktu 3 tahun 10 bulan 12 hari.
Wisudawan asal Ceper, Klaten ini hanya di dampingi ibunya, sedangkan bapaknya bekerja di luar Jawa. Atas prestasi yang diraih Untidar memberikan apresiasi.
"Total wisudawan sekarang 433. Ini momennya cukup bagus mudah-mudahan wisudawan ini bisa (memperoleh) kesempatan kerja karena bulan-bulan banyak (lowongan)," kata Rektor Untidar, Prof Sugiyarto.
"Kalau prestasi nampaknya biasa, tapi informasi senang dari alumni kita (masa tunggu bagus) kurang dari 6 bulan (kerja)," ujarnya.
Sugiyarto menambahkan, tiga berkali berturut-turut lulusan terbaik dari Pendidikan Matematika.
