Jumlah korban dugaan keracunan es buah di wilayah Kajoran, Kabupaten Magelang, terus bertambah. Berdasarkan data yang masuk di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magelang ada 249 orang.
"Sampai dengan ini jumlahnya menjadi 249 (orang)," kata Kepala Dinkes Kabupaten Magelang, dr Lies Pramudiyanti dalam pesannya kepada wartawan, Kamis (15/10/2026).
"Dan yang diobservasi di rumah sakit ada 121 orang," sambung Lies.
Lies menjelaskan, jumlah 249 orang itu merupakan data dari RSUD Merah Putih, RSUD Muntilan dan RSUD Bukit Menoreh Salaman.
"Data dari Merah Putih, Muntilan dan Bukit Menoreh," katanya.
Perihal adanya korban yang dirawat di rumah sakit swasta maupun luar Magelang, Lies menegaskan hal itu tidak menutup kemungkinan.
"Tidak menutup kemungkinan kalau pasien langsung ke rumah sakit," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, jumlah korban dugaan keracunan es buah di wilayah Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, yang dilarikan ke rumah sakit terus bertambah. Di RSUD Merah Putih Magelang, saat ini ada 36 pasien yang menjalani rawat inap.
"Update data suspect intoksikasi makanan Kajoran, Kamis (15/10) pukul 11.50 WIB, jumlah pasien masuk IGD 74 orang," kata Kepala Bidang Penunjang RSUD Merah Putih, drg Rurit Obyantoro dalam pesannya kepada detikJateng, Kamis (15/10).
Rurit mengatakan, 74 orang pasien itu terdiri 20 anak, 4 ibu hamil (bumil), dan 50 orang dewasa.
"Kondisi pasien observasi 11, rawat jalan/pulang 27 orang, dan ranap (rawat inap) ada 36 orang," ujar dia.
"Untuk ranap 36 orang terdiri bumil 4 orang, anak 13 dan dewasa 19," imbuh Rurit.
Rurit menyampaikan, penambahan pasien ini berlangsung dari pukul 04.05 WIB tadi. Pada pukul 04.05 WIB, jumlah pasien yang masuk IGD ada 61 orang.
"Nggih (iya, ada penambangan 13 pasien). Rawat inap semula 35, tambah satu sudah dapat kamar, jadi 36 orang," pungkasnya.
Untuk diketahui, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, dr Lies Pramudiyanti mengatakan gejala terbanyak ialah diare hingga muntah. Ia menegaskan, pihaknya sudah melakukan pengambilan sampel dan akan mengirimnya ke laboratorium untuk melakukan penyelidikan epidemiologi.
"(Gejalanya) Terbanyak itu muntah, diare, muntah, diare. Sehingga pertolongan pertama yang banyak diberikan adalah mengatasi dehidrasi karena yang datang ke rumah sakit itu rata-rata ingin nyuwun pertolongan karena dehidrasi atau lemesnya," kata Lies di RSUD Merah Putih, Rabu (14/11).
Simak Video "Video: Soal Keracunan Di SMAN 1 Lasem, DPRD Rembang : Belum Tentu Karena MBG"
(alg/apu)