Cerita Warga Saat Ketahui Kebakaran Laboratorium Klinik Semarang Kebakaran

Cerita Warga Saat Ketahui Kebakaran Laboratorium Klinik Semarang Kebakaran

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Jumat, 16 Okt 2026 09:12 WIB
Kebakaran di Laboratorium Waspada, Jalan Kyai Saleh, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Jumat (16/10/2026).
Kebakaran di Laboratorium Waspada, Jalan Kyai Saleh, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Jumat (16/10/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng
Semarang -

Kebakaran terjadi di Laboratorium Waspada, di Jalan Kyai Saleh, Kelurahan Mugassari, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang. Suara ledakan terdengar dari lokasi yang terbakar.

"Saya habis goreng tahu. Waktu makan itu selesai, terus saya masih mengobrol, kok dengar suara 'pletek-pletek'. Terus saya pikir komporku, tak pateni (matikan)," kata Sugrono (65), pemilik kos di samping lab kepada detikJateng di lokasi, Jumat (16/10/2026).

Sugrono kemudian memeriksa dapur untuk memastikan kompor di rumahnya sudah mati. Namun, dia justru melihat api menyala dari arah laboratorium melalui jendela rumahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya lihat dapur ndak apa-apa. Saya noleh, kan ada jendela tempatku, kok ternyata menyala. Terus saya teriak-teriak," tuturnya.

"Saya keluar, saya teriak-teriak, 'laboratorium kobongan, laboratorium kobongan'," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Ketua RT 3 RW 4 Mugassari, Tajudin, mengatakan saat kejadian bangunan laboratorium masih kosong karena para karyawan belum datang bekerja.

"Nanti jam 08.00 WIB baru ada karyawannya pada datang. Jadi kebakaran gini nggak ada penghuninya," kata Tajudin.

Warga pum sempat berupaya menyiram air di bagian belakang laboratorium untuk mencegah api merambat ke permukiman. Petugas Damkar Kota Semarang kemudian datang untuk melakukan pemadaman.

"Untungnya ini nggak sampai kos saya," ucapnya.

Api dari Lantai 1

Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang menyebut api diduga bermula dari lantai satu sebelum merambat ke lantai dua.

"Sumbernya dari lantai bawah, di lantai satu ini yang terdapat peralatan-peralatan laborat. Peralatan ini semuanya terbakar yang ada di lantai satu. Kemudian merambah ke lantai dua," kata Kabid Operasional dan Penyelamatan Damkar Kota Semarang, Tantri Pradono kepada detikJateng di lokasi, Jumat (16/10).

Ia menjelaskan, laboratorium itu biasanya digunakan untuk memeriksa sampel hasil pemeriksaan rumah sakit guna memastikan jenis penyakit patologi. Peralatan di ruang laboratorium beserta arsip di lantai dua pun terbakar.

"Peralatan semuanya terbakar yang di lantai satu. Tapi jenisnya peralatan apa kita tidak tahu. Kemudian merambah ke lantai dua," ucapnya.

"(Berapa persen yang terbakar?) Kalau ini ya sekitar 40 persen. Karena yang di sisi sebelah kiri ini masih utuh," ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Semarang Selatan, Kompol Rismanto, mengatakan pihaknya menerima laporan dari saksi di sekitar lokasi bahwa api diduga memang berasal dari lantai satu dan menjalar ke lantai dua.

"Langkah awal kita memadamkan api dulu, kita padamkan, kita lokalisir sehingga tidak menjalar ke permukiman warga ke tempat lain," kata Rismanto.

Rismanto mengatakan, penyebab kebakaran masih diselidiki. Pihaknya menunggu pemeriksaan untuk memastikan sumber api dan menghitung kerugian akibat kejadian tersebut.

"Nanti kita menunggu dari tim Inafis dan Labfor seandainya nanti kita untuk memastikan penyebab kebakaran dari mana," ungkapnya.

Pantauan detikJateng di lokasi pukul 07.50 WIB, tampak api yang semula berkobar di lantai dua lab sudah padam dan petugas tengah melakukan pendinginan. Pihak kepolisian juga sudah tiba di lokasi.

Diberitakan sebelumnya, kebakaran melanda Laboratorium Waspada di Jalan Kyai Saleh Semarang, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang. Saat ini petugas pemadam kebakaran masih berjibaku memadamkan api.

"Ini sekitar 15 menit yang lalu kebakarannya. Saya lagi duduk di toko seberangnya. Terus ada lihat api di sini menyala berkobar, tadinya kecil, sekarang cepat membesar," kata saksi mata, Mukhsin (63) kepada detikJateng, Jumat (16/10).

"Yang terbakar laboratorium biasanya untuk hasil operasi tumor, kanker, patologi. Tidak ada orang, kosong. Tiap hari kalau malam kosong," lanjutnya.



(apl/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads