Izin Tak Keluar, 2 Baliho Konser Andrea Bocelli di Borobudur Diturunkan

Izin Tak Keluar, 2 Baliho Konser Andrea Bocelli di Borobudur Diturunkan

Eko Susanto - detikJateng
Rabu, 14 Okt 2026 20:37 WIB
ROME, ITALY - SEPTEMBER 06:  Andrea Bocelli attends at the Rooftop Dinner at the Waldorf Astoria Hotel Cavalieri as part of the 2017 Celebrity Fight Night in Italy Benefiting The Andrea Bocelli Foundation and the Muhammad Ali Parkinson Center on September 6, 2017 in Rome, Italy.  (Photo by Jonathan Leibson/Getty Images for Celebrity Fight Night)
Foto: Andrea Bocelli (Jonathan Leibson)
Magelang -

Rencana konser Andrea Bocelli di Borobudur Magelang tidak mendapatkan rekomendasi izin dari kepolisian. Dua baliho acara tersebut sudah dicopot.

"Ada 2 titik (dicopot). Di depan TIC (Tourist Information Center) Borobudur dan di pertigaan Lapangan Kujon," kata Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magelang, Farnia Berliani Sri Tulodho dalam pesannya kepada detikJateng, Rabu (14/10/2026).

Dihubungi terpisah, Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Magelang, Syarifudin mengatakan, soal izin pemasangan papan reklame tidak mengetahuinya. Hal itu memang keweanangan Dinas Pariwisata.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Izinnya kalau nggak keliru itu papan reklame itu punya Dinas Pariwisata, kalau nggak keliru. Jadi, kami nggak tahu (izinnya)," kata Syarifudin saat dihubungi detikJateng.

Syarifudin mengatakan, pencopotan baliho dilakukan pada Selasa (13/10) kemarin. Menurutnya, untuk baliho ukuran kecil tidak ditemukan.

ADVERTISEMENT

"Iya cuman dua titik. Kami sisir yang kecil-kecil nggak ada cuman besar, kemudian saya minta pariwisata (Dinas Pariwisata). Karena yang minta bantuan pariwisata, saya hubungi LH (Lingkungan Hidup) yang punya crane. Kemudian, kami mengamankan jalan (saat pencopotan)," ujarnya.

"Iya, sebelum audiensi (dicopoti) sekitar jam 9, nggih (Selasa pagi)," tambah dia.

Dihubungi terpisah, Ketua Front Persaudaraan Islam (FPI) Magelang Raya, Senno Saputro mengatakan, pihaknya masih menunggu sikap dari PT TWC. Dalam audiensi yang digelar Selasa (13/10) kemarin, mereka menunggu jawaban tegas PT TWC soal rencana konser itu.

"Sesuai dengan permintaan kita kan 2 x 24 jam. Deadline besok (Kamis). Kalau sampai besok belum ada jawaban, kemungkinan kita akan ke sana menanyakan," kata Senno.

Untuk diketahui, konser musik Andrea Bocelli di Candi Borobudur pada 31 Oktober 2026 menjadi sorotan setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak agar kegiatan itu dibatalkan. Polresta Magelang kini mencabut rekomendasi izin konser tersebut.

"Untuk dari kami sendiri memang ada permohon perizinan untuk kegiatan tersebut, akan tetapi per hari ini sudah kita cabut," kata Wakapolresta Magelang AKBP Bim Rekoaji dalam audiensi di kantor Unit Taman Wisata Borobudur (TWB), Selasa (13/10/2026).

"Satu bendel pencabutan surat rekomendasi kegiatan konser Andrea Bocelli kepada panitia penyelenggara," imbuhnya.

Pernyataan Bim yang membacakan perihal pencabutan rekomendasi pengurusan izin langsung disambut takbir oleh Massa Forum Bersama Rakyat dan Umat Islam yang sengaja datang ke kantor TWB untuk menolak konser tersebut. Namun Bim belum menjelaskan alasan terkait pencabutan rekomendasi izin tersebut.

Sementara itu, dalam audiensi tersebut, Commercial Group Head PT TWB AY Suhartanto mengatakan, kepastian konser ini akan berkoordinasi dan menunggu arahan dari pusat.

"Karena terus terang apa yang sudah disampaikan akan kita eskalasikan. Itu jawaban dari kami," kata Suhartanto.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Disparpora Kabupaten Magelang, Farnia Berliani Sri Tulodho mengatakan, terkait dengan banner bersama Satpol PP dan pihak terkait sudah dilepas semuanya.

"Dari Dinas Pariwisata, kami hanya ingin menyampaikan terkait dengan banner. Tadi pagi bersama Satpol PP dan pihak terkait sudah kami lepas semuanya," tegasnya disambut takbir massa audiensi.

Dikutip dari detikHikmah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak pemerintah membatalkan rencana konser penyanyi asal Italia, Andrea Bocelli, di Indonesia. Desakan ini disampaikan setelah pemerintah membatalkan konser musisi asal Amerika Serikat, Israel Houghton, bersama grup musik Israel & New Breed.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, Prof Sudarnoto Abdul Hakim, meminta pemerintah bersikap konsisten dalam menolak kegiatan yang melibatkan figur yang dinilai mendukung Zionisme. Menurutnya sikap tersebut sejalan dengan prinsip Indonesia yang menentang penjajahan dan mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina.

"Kali ini kembali saya ingin menegaskan bahwa rencana konser Andrea Bocelli harus dibatalkan demi menjaga prinsip keberpihakan kita pada kemanusiaan," ujar Sudarnoto yang dikutip dalam laman resmi MUI Sabtu (10/10/2026).

Rencananya konser Andrea Bocelli dijadwalkan berlangsung di Candi Borobudur pada 31 Oktober dan di Jakarta pada 3 November 2026. Sudarnoto menyebut penolakan MUI didasarkan pada rekam jejak Bocelli yang disebut pernah terlibat dalam kegiatan penggalangan dana untuk militer Israel (IDF) di Los Angeles pada 2010. Selain itu, penyanyi tersebut juga pernah menggelar konser di Tel Aviv pada 2022.

"Jangan berikan panggung kepada siapa pun yang ikut mendanai pembunuh warga Gaza dan Palestina," tegasnya.



(alg/afn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads