Mayat pria misterius dengan kondisi penuh luka ditemukan di tepi Jalan Pantura Kudus-Demak, Desa Trengguli, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak. Polisi menyebut pria itu tewas usai dikeroyok sejumlah orang yang diduga pengamen.
"Diduga orang-orang tersebut adalah pengamen di lampu merah Trengguli," kata PS Kasi Humas Polres Demak, Iptu Rudi Tri Sayogo melalui telepon kepada detikJateng, Rabu (14/10/2026).
Rudi mengatakan, usai mengeroyok korban, para pelaku kabur menggunakan sepeda motor Vario berwarna merah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Diduga penganiayaan yang dilakukan lebih dari satu orang, kalau bahasa hukumnya perbuatan bersama-sama, kalau bahasa umum yang ada di masyarakat, pengeroyokan," ujar Rudi.
"(Jumlah pelaku) Ini yang jelas lebih dari satu orang, untuk pastinya masih didalami. Saat dihampiri sama saksi satu, terduga pelaku menggunakan sepeda motor, melarikan diri menggunakan sepeda motor jenis Vario warna merah," imbuhnya.
Rudi menjelaskan, di lokasi tempat ditemukannya korban hanya ditemukan barang berupa pakaian yang melekat pada tubuh korban. Polisi belum mengetahui sepeda motor yang digunakan kabur oleh para terduga pelaku milik siapa.
"Kalau di TKP itu barang-barang korban yang ada di sekitar TKP termasuk jaket, pakaian, dan lain sebagainya, hanya pakaian korban," jelas Rudi.
"Belum (diketahui sepeda motor yang digunakan para pelaku untuk kabur milik siapa), cuma memang dari saksi yang ada di TKP itu bahwa terduga pelaku mengendarai sepeda motor Vario warna merah," imbuhnya.
Hingga kini, identitas korban juga belum diketahui. Menurut Rudi, perangkat Mobile Automatic Multi-Biometric Identification System (MAMBIS) tidak dapat mendeteksi identitas korban.
"Identitas korban sampai saat ini belum diketahui. Kita masih mengembangkan karena alat MAMBIS yang ada di Polres Demak yang untuk mendeteksi melalui sidik jari itu tidak menemukan database korban," ucap Rudi.
Diberitakan sebelumnya, mayat pria misterius dengan kondisi penuh luka ditemukan di tepi Jalan Pantura Kudus-Demak, Desa Trengguli, Wonosalam, Demak. Saat ini mayat korban diautopsi di RS Bhayangkara Semarang untuk memastikan penyebab kematiannya.
"Polisi menemukan sejumlah luka pada tubuh korban, di antaranya pada pelipis kanan, kening, kedua mata, pipi kanan, dan mulut. Terdapat pula luka lecet pada jari-jari kaki," kata Kasat Reskrim Polres Demak, AKP Arlan Budi Kusuma dalam keterangan tertulis yang diterima detikJateng, Rabu (14/10/2026).
"Jenazah korban saat ini masih menjalani autopsi di RS Bhayangkara Semarang. Kami menunggu hasil pemeriksaan untuk memastikan penyebab kematian korban," imbuhnya.
Arlan mengungkapkan, tidak ditemukan identitas yang melekat pada tubuh korban. Pria tersebut diperkirakan berumur 25 tahun.
"Korban yang belum diketahui identitasnya itu diperkirakan berusia sekitar 25 tahun," ungkap Arlan.
Arlan menjelaskan, peristiwa itu mulanya diketahui pada Selasa (13/10) sekitar pukul 22.00 WIB. Seorang saksi yang sedang berada di warung makan di sekitar lokasi dan mendengar teriakan seorang pengemudi yang menyebut adanya perkelahian.
"Saksi kemudian keluar dari warung untuk melihat kejadian tersebut. Saat didekati, sejumlah orang yang berada di lokasi meninggalkan tempat kejadian," jelas Arlan.
Saksi lalu menghubungi Polsek Wonosalam. Petugas kepolisian bersama tim medis kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara.
"Petugas PSC 119 Kabupaten Demak yang tiba di lokasi memeriksa kondisi korban dan menyatakan korban telah meninggal dunia. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Sunan Kalijaga Demak sebelum menjalani pemeriksaan lanjutan di RS Bhayangkara Semarang," tutur Arlan.
