Mayat pria misterius dengan kondisi penuh luka ditemukan di tepi Jalan Pantura Kudus-Demak, Desa Trengguli, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak. Saat ini mayat korban diautopsi di RS Bhayangkara Semarang untuk memastikan penyebab kematiannya.
"Polisi menemukan sejumlah luka pada tubuh korban, di antaranya pada pelipis kanan, kening, kedua mata, pipi kanan, dan mulut. Terdapat pula luka lecet pada jari-jari kaki," kata Kasat Reskrim Polres Demak, AKP Arlan Budi Kusuma dalam keterangan tertulis yang diterima detikJateng, Rabu (14/10/2026).
"Jenazah korban saat ini masih menjalani autopsi di RS Bhayangkara Semarang. Kami menunggu hasil pemeriksaan untuk memastikan penyebab kematian korban," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arlan mengungkapkan tidak ditemukan identitas pada tubuh korban. Pria tersebut diperkirakan berumur 25 tahun.
"Korban yang belum diketahui identitasnya itu diperkirakan berusia sekitar 25 tahun. " ungkap Arlan.
Arlan menjelaskan peristiwa itu mulanya diketahui pada Selasa (13/10) sekitar pukul 22.00 WIB. Seorang saksi yang sedang berada di warung makan di sekitar lokasi dan mendengar teriakan seorang pengemudi yang menyebut adanya perkelahian.
"Saksi kemudian keluar dari warung untuk melihat kejadian tersebut. Saat didekati, sejumlah orang yang berada di lokasi meninggalkan tempat kejadian," jelas Arlan.
Saksi lalu menghubungi Polsek Wonosalam. Petugas kepolisian bersama tim medis kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara.
"Petugas PSC 119 Kabupaten Demak yang tiba di lokasi memeriksa kondisi korban dan menyatakan korban telah meninggal dunia. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Sunan Kalijaga Demak sebelum menjalani pemeriksaan lanjutan di RS Bhayangkara Semarang," tutur Arlan.
Arlan menyampaikan peristiwa ini masih didalami oleh polisi. Ia juga meminta kepada masyarakat yang mengetahui soal kejadian ini agar memberikan informasi kepada polisi.
"Kami menangani perkara ini berdasarkan fakta dan alat bukti yang ditemukan. Kami masih mendalami seluruh keterangan saksi serta menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban. Kami juga mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian ini agar menyampaikannya kepada kepolisian," tutup Arlan.
