Rock In Solo Tahun Ini Batal Digelar, Ini Alasannya

Rock In Solo Tahun Ini Batal Digelar, Ini Alasannya

Agil Trisetiawan Putra - detikJateng
Rabu, 14 Okt 2026 11:41 WIB
Ilustrasi Penonton Konser Musik di Konser The Chainsmokers di Jakarta.
Ilustrasi penonton konser musik. Foto: Hanif Hawari
Solo -

Konser musik tahunan Rock In Solo tahun ini ditiadakan meski panitia menyatakan sudah terlanjur memesan tempat dan membayar DP (down payment) beberapa artis internasional. Keputusan itu diambil berdasarkan rasa kepedulian atas berbagai bencana yang terjadi di Indonesia.

"Kami dari Rock in Solo, dengan pertimbangan beberapa hal, memutuskan untuk menundanya tahun ini. Sebenarnya tahun ini agendanya tanggal 1 November. Kami sudah booking tempat, DP beberapa artis internasional," kata inisiator Rock In Solo, Stephanus Setiadjie alias Adjie, saat dihubungi awak media, Rabu (14/10/2026).

"Karena Rock In Solo dibangun dengan rasa kepedulian terhadap kemanusiaan, lingkungan, dan demokrasi. Kami sepakat tidak sanggup mengadakan Rock In Solo di tahun ini. Beban moral kami membuat pesta sebesar Rock In Solo di tengah keadaan seperti ini," imbuh dia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adjie menjelaskan beberapa pertimbangan sehingga Rock In Solo ditunda tahun ini. Dia menyoroti soal penanganan kebakaran hutan dan bencana alam di berbagai daerah.

"Beberapa pertimbangan dan perkembangannya, kami kemarin berharap makin ke sini bencananya sudah teratasi dengan baik, ternyata semakin ke sini semakin cukup parah. Hampir 4 bulan kebakaran hutan ini tidak bisa diselesaikan, bahkan makin parah. Masifnya kebakaran dan penanganan kurang maksimal dari pemerintah," kata Adjie.

ADVERTISEMENT

"Sebelumnya juga ada gempa bumi di Flores, penanganannya juga belum maksimal sampai sekarang, bahkan ada ratusan orang yang meninggal di pengungsian. Kita melihat tahun lalu, seminggu setelah Rock in Solo ada banjir bandang di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara," sambungnya.

Adjie juga menyoroti soal kebakaran hutan di Papua.

"Kita ada spanduk Papua Bukan Tanah Kosong, tapi mungkin teman-teman belum begitu aware. Begitu ada film Pesta Babi, kita dikasih kenyataan bahwa masifnya deforestasi di Papua, sekarang juga kebakaran hutan di Papua cukup besar," ujar dia.

Adjie juga menyoroti beberapa isu di Solo Raya yaitu rencana pembangunan pabrik semen dan industri karst di Wonogiri, rencana pembangunan geothermal di Tawangmangu dan Ungaran, yang disebut sebagai bencana ekologis.

Pertimbangan lain ditundanya Rock In Solo juga karena masalah ekonomi yang dianggap sedang tidak baik-baik saja, serta kondisi politik yang belum stabil.

"Kami tidak ingin Rock In Solo sekedar festival hura-hura, kami menggunakan Rock In Solo ketika memang ini momen yang pas menyuarakan kiamat iklim, bencana ekologis sudah di depan mata, dan itu bisa terjadi di mana saja," ucapnya.

Adjie mengatakan, panitia mempertimbangkan penundaan festival Rock In Solo 2026 sejak lima bulan lalu dengan berbagai pertimbangan yang muncul terkait kondisi Tanah Air. Pada dua bulan terakhir, panitia akhirnya mulai memutuskan untuk menunda konser tersebut.

"Awalnya kami berfikir tetap diadakan dengan membuat donasi, tapi kayaknya sejarah kita belum selesai ditulis, kami tidak mampu menuliskannya di atas duka. Karena energinya banyak disalurkan ke hal yang lebih penting. Ya, dua bulan kami memutuskan cukup panjang, karena kami berhubungan dengan sponsor. Tapi pihak sponsor yang ada kami sudah kontrak selama tiga tahun, mereka sangat memahami keadaannya, mereka tetap mendukung," jelasnya.

Panitia juga sudah menghubungi pihak venue, artis internasional, termasuk sejumlah agen yang sudah dideposit untuk pembatalan ini. Adjie mengatakan mereka semua bisa memahami keputusan tersebut.

"Kalau band dalam negeri kami baru pembicaraan saja, kami belum membayar DP, satu bulan lalu kita bilang ditunda dulu dan tidak apa-apa. Untuk band internasional mungkin mayoritas sama, menyesuaikan jadwalnya, tapi kami tidak bisa menyebut apa saja bandnya. Kalau band internasional kami deposit ke booking agent, mungkin masih disimpan di sana untuk kami pakai di tahun berikutnya," ungkap dia.

Terkait kerugian yang dialami Rock In Solo, Adjie menjelaskan sejumlah pihak masih menghitung. Seperti pihak venue membiarkan depositnya untuk tahun depan, sementara ada kerja sama baru dengan pihak sponsor.

"Kerugian pasti ada, paling operasional aja. Tapi itu risiko kami. (Untuk band internasional?) Mungkin (tahun depan) akan ganti band dengan agen yang sama, karena jadwal turnya mungkin tidak sama. Jadwal turnya kami menyesuaikan mereka, seperti tur di Asia, Australia," pungkasnya.



(dil/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads