Polisi Beberkan Penyebab Bakul Nasgor di Karanganyar Tewas Bersimbah Darah

Polisi Beberkan Penyebab Bakul Nasgor di Karanganyar Tewas Bersimbah Darah

Tara Wahyu NV - detikJateng
Senin, 12 Okt 2026 12:08 WIB
Ilustrasi: pembunuhan, mayat, bunuh diri, garis polisi, police line
Ilustrasi. Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Karanganyar -

Penjual nasi goreng di Gunung Wijil, Jaten, Karanganyar, Paryono, ditemukan meninggal dunia di halaman tempat berjualan pada Minggu (11/10). Polisi mengungkap, korban meninggal karena gagal jantung.

"Dari keterangan dari hasil pemeriksaan medis tersebut bisa disimpulkan bahwa korban itu meninggal karena gagal jantung," kata Kasat Reskrim Polres Sragen, AKP Wikan Sri Kadiyoni, dihubungi, Senin (12/10/2026).

Wikan mengatakan, Paryono ditemukan dengan kondisi tergeletak bersimbah darah. Ia menyebut, luka di bagian pelipis korban karena terjatuh ke lantai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iya ada luka di pelipis sepanjang 3 sentimeter dan lebar 3 milimeter. Luka tersebut bukan luka beraturan, dimungkinkan karena terjatuh," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Wikan mengatakan, dari keterangan keluarga bahwa Paryono sebelumnya sempat mengeluhkan sakit dan dinyatakan sakit jantung. Korban sebenarnya disarankan memakai ring, namun belum sempat.

"Keterangan dari keluarga korban juga bahwa korban sempat beberapa saat yang lalu pernah dinyatakan sakit jantung dan sempat disarankan untuk memakai ring, namun dari korban tidak dilakukannya. Sehingga bisa disimpulkan bahwa korban meninggal karena gagal jantung," terangnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan sebelum kejadian korban baru saja selesai mandi dan menyiapkan jualan. Namun, usai keluar dari kamar mandi korban terjatuh.

"Korban habis mandi mau jualan tapi terjatuh di lantai dan meninggal dunia. Jadi dia juga sudah siap untuk berjualan nasi goreng," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang penjual nasi goreng di Kampung Gunung Wijil, Ngringo, Jaten, Karanganyar, Paryono, ditemukan tewas tergeletak di depan rumah dengan berlumuran darah. Paryono ditemukan oleh anaknya di lokasi yang juga merupakan warung nasi goreng.

"Awal mulanya anaknya Mas Paryono keluar yang melihat. Anaknya yang pertama melihat tergeletak," kata tetangga Paryono, Etik, kepada awak media di lokasi kejadian, Minggu (11/10).

Etik mengatakan, Paryono tergeletak di emperan dekat gerobak tempat jualannya. Paryono ditemukan sekitar pukul 17.00 WIB.

"Iya, tergeletak di emperan, dekat tempat jualan itu, dekat gerobak. Tadi sore ditemukan pukul 5 sore," ungkapnya.



(apl/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads