Penjual Nasi Goreng di Karanganyar Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

Penjual Nasi Goreng di Karanganyar Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

Tara Wahyu NV - detikJateng
Minggu, 11 Okt 2026 22:10 WIB
Kondisi rumah TKP Paryono yang ditemukan tergeletak di depan halaman rumah, Minggu (11/10/2026).
Kondisi rumah TKP Paryono yang ditemukan tergeletak di depan halaman rumah, Minggu (11/10/2026). Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng
Solo -

Seorang penjual nasi goreng di Kampung Gunung Wijil, Ngringo, Jaten, Karanganyar, Paryono, ditemukan tewas tergeletak di depan rumah dengan berlumuran darah. Paryono ditemukan oleh anaknya di lokasi yang juga merupakan warung nasi goreng.

"Awal mulanya anaknya Mas Paryono keluar yang melihat. Anaknya yang pertama melihat tergeletak," kata tetangga Paryono, Etik, kepada awak media di lokasi kejadian, Minggu (11/10/2026).

Etik mengatakan, Paryono tergeletak di emperan dekat gerobak tempat jualannya. Paryono ditemukan sekitar pukul 17.00 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iya, tergeletak di emperan, dekat tempat jualan itu, dekat gerobak. Tadi sore ditemukan pukul 5 sore," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Ia mengatakan, saat itu kondisi warung belum buka. Namun, sejumlah dagangan sudah disiapkan Paryono.

Dari pantauan detikJateng di lokasi kejadian perkara, kerupuk dan nasi sudah tersaji di meja. Ia menyebut bahwa Paryono baru bersiap untuk berjualan.

"Belum buka, baru mau jualan," ucapnya.

Etik mengatakan, saat ditemukan Paryono sudah berlumuran darah. Ia mengatakan, di bagian mata juga terdapat benjolan.

"(Saat pertama ditemukan?) Sudah penuh lumuran darah. (Bagian wajah?) Iya, separuh wajahnya. Bagian matanya juga, sebelah sini (kanan)," pungkasnya.

Polres Karanganyar kemudian melakukan olah TKP. Garis polisi juga dipasang di lokasi.

Kasat Reskrim Polres Karanganyar AKP Wikan Sri Kadiyono mengatakan korban meninggal dunia di TKP. Selanjutnya, korban dibawa ke RSUD Moewardi untuk dilakukan visum.

"Petugas Polsek mendapatkan informasi dari warga masyarakat bahwa ada ditemukan jenazah (meninggal dunia) yang ada luka di pelipis dan dari laporan tersebut dari anggota Polsek berkoordinasi dengan Pamapta dan Piket Fungsi melakukan olah TKP di lokasi. Selain itu, korban juga dibawa ke rumah sakit dan dilakukan pemeriksaan medis di Rumah Sakit Moewardi," kata Wikan di lokasi kejadian.

Wikan membenarkan bahwa ada luka di pelipis sepanjang 3 sentimeter di pelipis kanan. Selain itu juga ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada asfiksia atau kondisi kekurangan oksigen.

"Dan dari keterangan dari hasil pemeriksaan medis tersebut bisa disimpulkan bahwa korban itu meninggal karena gagal jantung," terangnya.

"Dan itu juga dikuatkan dari hasil penyelidikan anggota bahwa CCTV di lingkungan dan dari keterangan dari keluarga korban juga bahwa korban sempat beberapa saat yang lalu pernah dinyatakan sakit jantung dan sempat disarankan untuk memakai ring, namun dari korban tidak dilakukannya. Sehingga bisa disimpulkan bahwa korban meninggal karena gagal jantung," sambungnya.

Terkait luka di pelipis kanan korban, Kasat Reskrim menduga luka tersebut terjadi akibat benturan saat korban terjatuh.

"Di luka tersebut bukan luka beraturan, dimungkinkan karena terjatuh," pungkasnya.



(alg/alg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads