Pedagang Protes Proyek Cor Jalan di Brayung Kudus gegara Takut Jualan Sepi

Pedagang Protes Proyek Cor Jalan di Brayung Kudus gegara Takut Jualan Sepi

Dian Utoro Aji - detikJateng
Selasa, 06 Okt 2026 13:58 WIB
Ruas jalan depan Pasar Brayung, Mejobo, Kabupaten Kudus yang baru dibangun beton, Selasa (6/10/2026).
Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng
Kudus -

Video warga dan pedagang memprotes proyek pengecoran jalan di depan Pasar Brayung Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, jadi viral di media sosial. Pedagang berharap agar pekerjaan proyek perbaikan jalan ini segera dirampungkan.

Kabar protes warga ini diunggah akun media sosial Instagram Liputan Kudus. Pada unggahan itu memperlihatkan warga menutup jalan beton yang baru dikerjakan. Dinarasikan warga protes karena imbas perbaikan jalan yang tidak kunjung selesai justru berdampak adanya debu sampai pembeli tidak bisa melintas masuk pasar.

"Gara-gara proyek lama nggak selesai-selesai imbas para pedagang sepi jualan dan banyak debu, Info awal menyebut, warga dan pedagang Pasar Brayung Mejobo mengeluh debu dan jualan tidak laku," tulis akun instagram Liputan Kudus yang dilihat detikJateng, Selasa (6/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah ditelusuri, memang benar depan Pasar Brayung terdapat pekerjaan jalan beton sepanjang 500 meter. Terpantau perbaikan jalan ini baru selesai separuh badan jalan. Sebagian belum dikerjakan.

Terpantau siang tadi per pukul 11.30 WIB arus lalu lintas padat merayap. Kendaraan roda empat yang melintas jalan depan Pasar Brayung ini harus bergantian karena sebagian ruas ditutup karena ada perbaikan.

ADVERTISEMENT

Salah satu pedagang Pasar Brayung, Nurhadi, menyebut video protes pedagang yang viral itu terjadi pada Senin (6/10). Massa protes karena proses pengecoran jalan sejak sebulan lalu itu berdampak pada banyaknya debu dan sepinya pasar.

"Kemarin warga dan pedagang memang sempat protes, mau menutup jalan ini, karena terganggu, kalau bisa dipercepat pembangunan karena terkesan uangnya tidak ada, ada apa tidak sebenarnya," kata Nurhadi ditemui di lokasi.

Ruas jalan depan Pasar Brayung, Mejobo, Kabupaten Kudus yang baru dibangun beton, Selasa (6/10/2026).Ruas jalan depan Pasar Brayung, Mejobo, Kabupaten Kudus yang baru dibangun beton, Selasa (6/10/2026). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng

"Kalau memang masih ada, tolong dipercepat bisa mengganggu aktivitas warga di Pasar Brayung," lanjut dia.

Nurhadi mengaku banyak debu imbas dari perbaikan jalan ini. Selain itu jam-jam pagi dan sore macet parah.

"Pekerjaan jalan ini sudah dilakukan sebulan ini. Keluhannya, debu, macet saat pagi dan sore hari jam berangkat pulang kerja," jelasnya.

Menurut dia, apabila perbaikan jalan tidak segera diselesaikan akan berdampak pada omset pedagang di Pasar Brayung. Padahal pekerjaan jalan ini sudah berlangsung sebulan lebih.

"Warga sangat senang, ini bentuk perhatian dari pemerintah tetapi jangan sampai lamban. Segera diperbaiki kalau bisa, kalau kelamaan bisa bisa kita tidak ada pembeli ke sini, kasihan kami," jelasnya.

Warga lainnya, Wahyuningsih, juga berharap agar jalan ini segera diselesaikan. Dia mengaku sering ada antrean kendaraan dan susah masuk ke dalam Pasar Brayung.

"Harapannya dipercepat dan diperbagus kualitasnya," jelasnya ditemui di lokasi.

Kata dia, jalan ini merupakan alternatif bagi warga Pati ke Kudus atau sebaliknya. Akses ini menjadi jalan utama warga Mejobo.

"Ini jalan alternatif dari Kudus ke Pati dan ke arah pantura. Dari Pati, Purwodadi Sukolilo ada yang lewat sini," tutur dia.

Respons Bupati

Secara terpisah, Bupati Kudus Sam'ani Intakoris mengatakan pembangunan jalan membutuhkan waktu. Biasanya kata dia dalam waktu 2 minggu atau 30 hari sudah bisa dilewati.

"Namanya pembangunan ada proses apalagi kalau cor itu 40 hari , tapi biasanya 2 minggu 30 hari sudah bisa jalan," kata Sam'ani kepada wartawan di Pendopo Kudus.

Terkait banyaknya debu, Sam'ani meminta kepada Dinas Pekerjaan Umum untuk membuat skema lalu lintas dan menyiram air ke jalan. Dia mengajak warga juga ikut berperan aktif menyiram air ke jalan agar tidak banyak debu.

"Nanti dari PU membuat skema lalu lintas, kalau bisa nyiram, masyarakat ikut bantu nyiram lah, kemarin ada usulan dari masyarakat minta ditinggikan (jalannya) diperbaiki setelah ditinggikan ada (protes) dampak pasti ada," jelas dia.

"Setelah dicor nanti insyaallah lancar semua dan mengurangi banjir," Sam'ani melanjutkan.

Sam'ani memohon maaf apabila ada pekerjaan jalan yang berdampak. Menurutnya dampak perbaikan jalan berlangsung sementara tidak selamanya.

"Biasanya ramai lalu lintas padat ya, ya kami mohon maaf karena pembangunan pasti ada dampaknya. Insya Allah sementara tidak selamanya," jelas Sam'ani.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Kudus, Harry Wibowo saat dihubungi tidak ada jawaban sampai siang ini.



(afn/dil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads