Jagad maya dihebohkan dengan video lama yang kembali viral tentang pengusaha karaoke bernama Mukhlis yang takut neraka sepi jika semua orang menjadi baik. Kini Mukhlis disebut sudah tidak punya karaoke lagi.
"Dia kan waktu itu ya memang tokoh, tokoh mantan lurah. Kemudian kenal banyak orang. Dia punya usaha karaoke," kata Plt Kasat Pol PP Demak, Agus Sukiyono saat diwawancara detikJateng di ruangannya, Senin (5/10/2026).
"Sudah tujuh tahun lebih itu enggak usaha karaoke tampaknya sudah istikamah enggak usaha itu lagi," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Agus, setelah Perda tentang usaha karaoke di Demak diresmikan kala itu, Mukhlis menjadi koordinator sejumlah demonstrasi. Dia mengajak pemandu lagu dan para pengusaha karaoke lain, termasuk pada aksi yang digelar tahun 2019 itu.
"Ya tidak begitu banyak (demo yang dilakukan waktu itu). Yang mengoordinir ya hanya Mukhlis pada saat itu. Muklis dengan diikuti beberapa LC-LC, pemandu-pemandu lagu, dan diikuti beberapa pengusaha," ungkap Agus.
Agus menyebut kala itu setiap Mukhlis menggelar demo soal usaha karaoke selalu ramai. Hal itu karena peserta demo yang dinilai menarik perhatian.
"Yang nonton kan banyak karena wah ada demo pengusaha karaoke dan LC ya kan gitu. Jadi menarik orang seperti itu pada saat itu," ucap Agus.
Adapun tuntutan yang dibawa Mukhlis kala itu adalah memrotes Perda baru yang dinilai mempersulit perizinan usaha karaoke. Menurut dia, usaha semacam itu dapat menghidupi para pekerja.
"Aspirasinya agar karaoke itu bisa hidup, juga bisa menghidupi para pekerja-pekerja terutama pekerja ya LC itulah di situ," beber Agus.
Setelah demo-demo itu, menurut Agus, Mukhlis menghentikan usaha karaokenya. Dia menduga warga sekitar tempat karaoke Mukhlis juga menjadi salah satu faktor usaha itu berhenti.
"Selepas dari demo sebentar tuh langsung sudah enggak punya. Mungkin sudah ngerti ternyata ditolak banyak ditolak masyarakat, di sini Kota Wali dan sebagainya," ucap Agus.
Diberitakan sebelumnya, video Mukhlis yang enggan menutup tempat usahanya dan menyebut neraka bakal sepi jika semua orang menjadi orang baik viral di media sosial. Dia bahkan memakai analogi tentang keseimbangan alam.
"Ada rembulan ada matahari, ada surga ada neraka, lha kalau kok suruh orang kok yang baik semua ya sudah kiamat sejak dulu to pak, lha nerakanya yang ngisi siapa? Orang jelek semua ya sudah kiamat sejak dulu, ya to? Harus ada keseimbangan, begitu to pak. Menolak karena ini hak milik saya," ucap pria dalam video itu.
Plt Kasat Pol PP Demak, Agus Sukiyono, membenarkan adanya video tersebut. Namun menurutnya, kejadian itu sudah terjadi sekitar sepuluh tahun silam.
"Jadi waktu itu saya belum di Satpol PP karena saya di Satpol PP itu baru 5 tahun yang lalu, itu kejadiannya 10 tahun yang lalu tapi semua orang tahu," kata Agus saat ditemui detikJateng di kantornya, Senin (5/10/2026).
