Ambulans Terjebak di Jalur Ekstrem Wonosobo, Warga Ramai-ramai Evakuasi

Ambulans Terjebak di Jalur Ekstrem Wonosobo, Warga Ramai-ramai Evakuasi

Eko Susanto - detikJateng
Senin, 05 Okt 2026 15:20 WIB
Ilustrasi ambulans.
Ilustrasi ambulans. Foto: Istock
Wonosobo -

Video evakuasi ambulan yang terjebak di sebuah jalanan ekstrem di Kecamatan Selomerto, Kecamatan Wonosobo, viral di media sosial. Ambulans asal Bekasi itu terjebak usai mengantar jenazah menuju Jogja.

Video tersebut salah satunya diunggah dalam akun Instagram @instananegara. Dalam video tersebut nampak ambulans yang berada di gang sempit tengah dievakuasi warga. Nampak ada puluhan warga yang ikut mengevakuasi.

"Wonosobo viral warga satu kampung keluar saksikan mobil ambulan terjebak di jalan menuju makam secara nalar wajar tidak mungkin bisa sampai di lokasi itu, beruntung warga beri respon cepat dgn gotong royong membantu evakuasi mobil ambulance dengan alat seadanya," tulis dalam akun seperti dilihat detikJateng, Senin (5/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (4/10) sekitar pukul 20.00 WIB. Tri Dharma Santoso (45), warga yang ikut mengevakuasi ambulans itu menyebut mendapat informasi dari sopir jika ambulans datang ke Wonosobo untuk mengambil durian.

"Itu keterangan (dari warga) sopir ambulans itu dari Bekasi mengantar jenazah ke Jogja. Setelah dari Jogja dia mampir ke Wonosobo ke salah satu warga Dusun Pucung Pandak, Bapak Basrodin untuk ambil durian," kata Tri saat dihubungi detikJateng.

ADVERTISEMENT

Sopir itu disebut nyasar setelah mobil belok secara misterius. Jalan itu adalah jalan yang terus menurun menuju pemakaman.

"Sudah diarahkan bahwasanya dari TK, dia harus belok kanan (di jalan kampung). Tetapi, dari sopir itu sendiri kesannya itu ada yang mengarahkan untuk belok kiri. Dari TK sampai titik desa untuk menuju ke jalan makam, jalan turunan menuju ke makam kesannya seperti antara sadar dan tidak sadar," sambungnya.

Tri mengatakan saat itu sudah ada warga yang mengejar untuk memperingatkan si sopir. Namun, ambulans itu baru berhenti di gang sempit yang mana mobil sudah tidak bisa melakukan manuver.

"Posisi kendaraan (mobil) itu kurang sedikit lagi itu sudah masuk titik vital, kurang lebih setengah meter itu sudah jalur yang berbahaya," ujar Dharma.

Jalur berbahaya yang dimaksud adalah turunan tajam dengan jalur tanah yang licin karena banyak dedaunan. Tri yakin mobil yang lewat jalur itu pasti akan terjun. Bahkan ketika berhasil turun dengan selamat, mobil juga akan kesulitan keluar karena harus melalui tanjakan terjal.

"Karena kalau lepas dari tikungan bisa dijamin mobil blong pasti. Karena jalannya terjal, terus dikejar (sopir) baru sadar kalau masuk ke jalan tersebut," sambungnya.

Warga akhirnya gotong royong mengevakuasi mobil tersebut dengan cara mengangkatnya dan memutarnya. Sekitar 1 jam evakuasi selesai.

"Untuk menuju ke atas kan licin (jalannya) dan juga tanjakan tinggi. Itu kita pakai tambang (tali) untuk menarik dari depan, kemudian yang di belakang nyurung bareng-bareng (mendorong). Alhamdulillah nggak lama takut turun hujan, nggak sampai setengah jam bisa. Paling nggak satu jam lebih baru selesai,"

Ia sengaja memposting video tersebut karena nilai positifnya untuk warga setempat. Yang mana perihal semangat gotong royong warga dalam menolong warga lain.

"Khususnya Desa Sidorejo itu kekompakannya untuk mengatasi atau evakuasi mobil itu. Untuk urusan hal lain, nuwun sewu saya nggak bisa mengaitkan karena itu pribadinya sopir itu sendiri yang tahu. Kita nggak tahu ini, intinya saya sebagai warga menolong," tegasnya.



(afn/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads