Pabrik Udang di Waturoyo Pati Digeruduk Massa Buntut Penipuan Loker oleh HRD

Pabrik Udang di Waturoyo Pati Digeruduk Massa Buntut Penipuan Loker oleh HRD

Dian Utoro Aji - detikJateng
Jumat, 02 Okt 2026 17:11 WIB
Aksi demo di depan pabrik pengolahan udang di Waturoyo Kecamatan Margoyoso, Pati, Jumat (2/10/2026).
Aksi demo di depan pabrik pengolahan udang di Waturoyo Kecamatan Margoyoso, Pati, Jumat (2/10/2026). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng
Pati -

Sejumlah warga menggelar aksi demo ke sebuah pabrik pengolahan udang di Desa Waturoyo, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati. Massa geram karena telah membayar untuk masuk kerja di pabrik itu, ternyata tak kunjung dipanggil untuk bekerja.

"Dulu Rp 2 juta, dimintai dari oknum HRD ini. Dulu katanya mau dikerjakan di pabrik ini, tapi tidak kunjung ada kerja," kata orang tua korban, Widodo, kepada wartawan di lokasi, Jumat (2/10/2026).

Pantauan detikJateng di lokasi, massa tiba di lokasi sekira pukul 13.30 WIB. Ada ratusan massa yang melakukan orasi di depan pintu masuk pabrik. Turut hadir juga dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah melakukan orasi, massa pun menggelar audiensi dengan manajemen pabrik. Audiensi ini digelar di ruangan dengan dijaga ketat oleh polisi. Sekira 1 jam lebih, audiensi baru selesai.

Widodo mengatakan, 4 tahun silam ia mendaftarkan anak perempuannya agar bisa bekerja di pabrik sektor pengolahan udang. Waktu itu ia dimintai sejumlah uang jutaan rupiah sebagian jaminan bisa bekerja di pabrik tersebut.

ADVERTISEMENT

"Sudah 4 tahun daftar anak saya tidak diterima, padahal rumah saya dekat dengan pabrik, belakang tembok persis," kata Widodo.

"Dulu Rp 2 juta dimintai dari oknum HRD ini, dulu katanya mau dikerjakan di pabrik ini, apa saja mau, anak saya perempuan cewek waktu itu berusia 19 tahun" lanjut dia.

Karena percaya dengan oknum HRD itu, ia menyerahkan uang Rp 2 juta. Akan tetapi seiring waktu, ternyata anaknya tidak kunjung diterima untuk bekerja.

"Dulu bilangnya saya bisa masukkan anak Bapak ke sini supaya bisa kerja, tapi kok terus tidak ada kabar setelah kasih uang," terang dia.

Menurutnya, korban lebih dari satu orang. Dijelaskan, korban yang bersama dirinya ada 6 orang.

"Korban lain banyak, nggak tahu pasti, puluhan lebih, tadi yang bareng ada 6 orang didata, belum yang lain, masih banyak yang belum," jelasnya.

"Ada yang dimintai Rp 3 juta ada Rp 5 juta, macam-macam," ujarnya.

Korban lainnya, Siti Rahmawati mengaku kena tipu setelah setor uang Rp 5 juta untuk anaknya agar bisa bekerja di pabrik pengolahan udang. Akan tetapi setelah ditunggu beberapa tahun tidak ada kabar.

Ia mencoba menagih pun tidak ada kepastian dari oknum HRD tersebut.

"Saya senilai Rp 5 juta, sama tidak pernah kerja sejak beberapa tahun lalu," jelasnya ditemui di lokasi.

Dia bersyukur, setelah didemo, akhirnya pihak oknum HRD dan pabrik bertanggung jawab mengembalikan uang para korban.

"Kami terima kasih kepada AMPB yang memperjuangkan rakyat kecil, harapan saya tidak ada korban selanjutnya seperti saya," jelasnya.

HRD Pabrik Tipu Warga Sudah Dipecat

Eks HRD PT Misaja, Heru Sujoko mengaku meminta maaf kepada para korban yang telah dimintai uang. Ia mengaku perbuatan yang dilakukan tersebut salah.

"Saya atas nama pribadi saya mohon maaf sebesar-besarnya, apa yang saya lakukan yang saya perbuat merupakan suatu kesalahan," kata Heru saat di atas mimbar di hadapan ratusan warga.

Heru pun akan mengembalikan uang para korban. Heru memberikan uang kepada 6 korban. Ia mengembalikan dengan nominal dari Rp 2 juta sampai Rp 5 juta. Total kurang lebih Rp 20 jutaan yang dikembalikan langsung kepada 6 korban.

"Saya akan mengambilkan uang yang diterima guna biaya perekrutan PT Misaja Mitra kepada korban, karena dari manajemen tidak ada regulasi terkait dengan hal tersebut," jelas dia.

Direktur PT Misaja Mitra, Budiyono, juga meminta maaf atas adanya oknum karyawan yang meminta uang kepada para calon pekerja pabrik. Dia mengaku telah memecat pelaku per hari ini juga.

"Kami di sini tidak minta uang masuk, ada begini (pungli) bukan dari kita. Pak Heru Sujoko sudah kita pecat," tegas dia di hadapan ratusan warga di lokasi.

Dia berjanji akan menjamin para calon dan pekerja secara baik dan nyaman. Budiyono juga berjanji akan memprioritaskan pekerja yang berasal dari warga setempat.

"Kita di sini semua karyawan bekerja dengan baik dan nyaman, terima kasih sebelumnya," ungkap dia.

Halaman 2 dari 2
(afn/dil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads