Kebakaran TPA Jatibarang Semarang, 2 Zona Titik Api Masih Terdeteksi

Kebakaran TPA Jatibarang Semarang, 2 Zona Titik Api Masih Terdeteksi

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Jumat, 02 Okt 2026 12:20 WIB
Kondisi kebakaran TPA Jatibarang di Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Jumat (2/10/2026).
Kondisi kebakaran TPA Jatibarang di Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Jumat (2/10/2026). Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJateng
Semarang -

Penanganan kebakaran TPA Jatibarang di Kecamatan Mijen, Kota Semarang, masuk hari ketiga. Pemadam kebakaran (damkar) mengungkap masih menemukan sejumlah titik api.

"Kita sudah menangani kebakaran TPA di hari ketiga ini, kebetulan kita fokuskan di zona 1 ini," kata Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang, Tantri Pradono, saat ditemui detikJateng di lokasi, Jumat (2/10/2026).

"Yang masih banyak apinya di zona 1 dan 2. Makanya ini harus melibatkan beberapa OPD untuk membantu kami," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tantri membeberkan kesulitan petugas dalam memadamkan api. Dia menyebut angin membuat seorang petugas damkar sempat mengalami sesak napas semalam.

ADVERTISEMENT

"Kesulitannya terkait dengan asapnya ini. Ketika nyemprot kalau pas menghadap ke asap semalam teman-teman ada yang sesak napas satu anggota kami," terangnya.

Beruntung, petugas kesehatan bergerak cepat memberikan pertolongan medis. Tantri mengatakan, petugas begitu membutuhkan masker khusus.

"Ini kita butuh support masker khusus untuk menangani kebakaran. Nanti kita sampaikan ke Dinas Kesehatan apakah ada masker khusus kepada petugas kami yang melakukan penyemprotan," tuturnya.

Tantri mengatakan, pihaknya menargetkan kebakaran bisa teratasi selama tujuh hari.

"Target kita tujuh hari bisa padam," pungkasnya.

Pantauan detikJateng di lokasi pada Jumat (2/10) pukul 11.00 WIB, tampak sejumlah unit armada dan truk tangki air masih disiagakan. Petugas pemadam terus berjibaku memadamkan api.

Asap terlihat berwarna putih dan tebal. Angin bertiup membuat asap mengarah ke selatan.

Bau hangus masih begitu terasa. Mata juga terasa perih saat mendekat ke titik asap. Sejumlah ekskavator turut dikerahkan untuk mengurangi tumpukan sampah.

Diberitakan sebelumnya, TPA Jatibarang dilaporkan terbakar pada Rabu (30/9) pukul 18.00 WIB. Adapun zona yang terdampak yakni zona 1, 2, dan 3.

"Yang terdampak hampir 10 hektare. Ini upaya kami melokalisir agar tidak menyebar," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang, Sih Rianung, saat ditemui wartawan di lokasi, Rabu (30/9) pukul 21.40 WIB.

Rianung menyebut, kendala di lokasi yang dijumpai petugas adalah api terlalu besar. Sebab itu, pihaknya menutup sungai di dekat lokasi sebagai sumber air.

"Kendalanya apinya terlalu besar. Kami tadi juga menggunakan satu alat berat. Sungai itu akan kita bendung dan bawa pompa untuk diambil," tuturnya.

Rianung menyebut, gas metana sudah mulai berkurang. Namun, titik api di TPA Jatibarang semakin menyebar.

"Ini sudah (gas) metananya sudah mulai berkurang tapi titik api tersebar," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Damkar Kota Semarang, Tantri Pradono, menerangkan pihaknya berupaya agar suplai air tidak terputus.

"Proses pemadaman kita yang penting tidak sampai terputus. Kita menggunakan sistem paralel sambil mengambil air dari bawah," kata Tantri.



(apu/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads