TPA Jatibarang di Kecamatan Mijen, Kota Semarang, terbakar sejak semalam. Asapnya pun diduga sampai ke Jalan Pantura di wilayah Krapyak, Semarang Barat, hingga menyebabkan sesak.
Pantauan detikJateng di Jalan Pantura di wilayah Krapyak, Semarang Barat, pada Kamis (1/10) pukul 10.10 WIB, asap masih tampak di udara meski tidak terlalu tebal di jalan. Bau hangus tercium tipis.
Tak tampak banyak pengguna jalan yang mengenakan masker wajah. Sementara di Pantura sekitar Kawasan Industri Candi atau sekitar 5 kilometer dari TPA Jatibarang, asap semakin terlihat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga sekitar, Mahfud (38), mengatakan kemungkinan asap berasal dari kebakaran TPA Jatibarang. Dia menyebut asap terlihat tebal pada pukul 06.00 WIB.
"Jam 06.00 WIB tebal banget, kalau nggak pakai masker bahaya. Biasanya nggak gini, cerah. (Kemungkinan asap dari kebakaran TPA Jatibarang?) Iya, kemungkinan," kata Mahfud ditemui detikJateng di Jalan Pantura wilayah Krapyak di dekat Pengadilan Negeri (PN) Semarang hari ini.
Namun, pada pukul 07.30 WIB asap semakin tebal. Menurutnya, saat ini asap sudah mulai berkurang.
"Tapi sudah agak mendingan. Sekitar 07.30 malah tambah parah," terangnya.
Dia mengatakan, banyak warga yang batuk terpapar asap. Penglihatan juga dirasa perih.
"Tadi batuk-batuk semua, penglihatan juga perih. Tadi pagi juga pakai masker," ucapnya.
Dia mulanya tidak mengira asap dari TPA Jatibarang bisa sampai ke Krapyak. Dia menilai asap berbahaya jika tidak mengenakan masker.
"Sebenarnya iya (mengganggu) kalau tidak pakai masker," ungkapnya.
Sementara itu, pemilik warung makan sekitar, Gimin (50), mengatakan asap tebal sudah terlihat sejak pukul 04.30 WIB saat dirinya hendak membuka warung. Tebalnya asap itu pun mengganggu pernapasannya.
"Jam 04.30 WIB tadi bangun asapnya tebal. Aromanya kayak kebakar jadi sesak," ucap Gimin.
Asap yang diduga dari TPA Jatibarang itu masih tebal hingga pukul 06.30 WIB. Saat itu jalan masih ramai.
"Jam 06.30 WIB itu masih tebal asapnya," katanya.
Saat ini asap mulai berkurang. Tidak separah saat pagi tadi.
"Sekarang masih ada sedikit-sedikit tadi tebal banget," tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, TPA Jatibarang dilaporkan terbakar pada Rabu (30/9) pukul 18.00 WIB. Adapun zona yang terdampak yakni zona 1, 2, dan 3.
"Yang terdampak hampir 10 hektare. Ini upaya kami melokalisir agar tidak menyebar," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang, Sih Rianung, saat ditemui wartawan di lokasi, Rabu (30/9) pukul 21.40 WIB.
Rianung menyebut, kendala di lokasi yang dijumpai petugas adalah api terlalu besar. Sebab itu, pihaknya menutup sungai di dekat lokasi sebagai sumber air.
"Kendalanya apinya terlalu besar. Kami tadi juga menggunakan satu alat berat. Sungai itu akan kita bendung dan bawa pompa untuk diambil," tuturnya.
Rianung menyebut, gas metana sudah mulai berkurang. Namun, titik api di TPA Jatibarang semakin menyebar.
"Ini sudah (gas) metananya sudah mulai berkurang tapi titik api tersebar," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Damkar Kota Semarang, Tantri Pradono, menerangkan pihaknya berupaya agar suplai air tidak terputus.
"Proses pemadaman kita yang penting tidak sampai terputus. Kita menggunakan sistem paralel sambil mengambil air dari bawah," kata Tantri.
Tantri menyebut, pemadaman belum dilakukan. Pihaknya menunggu gas metana berkurang.
"Ini memang belum kita semprot untuk menunggu gas metana turun," sebutnya.
