Rumah di Lempongsari Semarang Ludes Terbakar gegara Rokok

Rumah di Lempongsari Semarang Ludes Terbakar gegara Rokok

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Rabu, 30 Sep 2026 12:52 WIB
Petugas Damkar Kota Semarang saat melakukan pendinginan rumah terbakar di RT6/RW6 Kelurahan Lempongsari, Kecamatan Gajahmungkur, Rabu (30/9).
Petugas Damkar Kota Semarang saat melakukan pendinginan rumah terbakar di RT6/RW6 Kelurahan Lempongsari, Kecamatan Gajahmungkur, Rabu (30/9). Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJateng
Semarang -

Satu unit rumah di RT6/RW6 Kelurahan Lempongsari, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, ludes terbakar. Api diduga berasal dari rokok yang ditinggal di kamar.

Pantauan detikJateng di lokasi, sejumlah petugas Damkar Kota Semarang melakukan pendinginan usai api berhasil dikendalikan. Adapun posisi rumah berada di lereng tebing.

Pemadaman selesai dilakukan pada pukul 11.45 WIB. Tampak seluruh ruangan hangus terbakar. Begitu pula dengan furniturnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu rokok tak (saya) tinggal di kamar kena kertas. Api membesar di kamar," kata penghuni rumah terdampak, Slamet (49), saat ditemui wartawan di dekat lokasi kejadian, Rabu (30/9/2026).

Saat itu Slamet sedang keluar rumah. Dia menjumpai api telah melalap rumahnya ketika kembali.

ADVERTISEMENT

Dia menyebut sejumlah barang pentingnya terbakar seperti akta tanah hingga televisi. Adapun Slamet tinggal bersama kakaknya, tetapi kakaknya tidak di lokasi saat kejadian.

"(Barang yang terbakar di antaranya) Sofa sama ijazah, akta tanah. Televisi sama mesin cuci," sebutnya.

Petugas Damkar Kota Semarang saat melakukan pendinginan rumah terbakar di RT6/RW6 Kelurahan Lempongsari, Kecamatan Gajahmungkur, Rabu (30/9).Petugas Damkar Kota Semarang saat melakukan pendinginan rumah terbakar di RT6/RW6 Kelurahan Lempongsari, Kecamatan Gajahmungkur, Rabu (30/9). Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJateng

Sementara itu, Ketua RT 6, Arif, membenarkan dugaan penyebab kebakaran itu. Pihaknya bakal berkoordinasi terkait tempat tinggal sementara korban.

"Rokok lupa dimatikan terus kena kertas. Nanti tempat tinggal kita koordinasikan," jelas Arif.

Adapun kerabat sekaligus tetangga korban, Friagung (33), menyebut insiden itu berlangsung pada pukul 10.00 WIB.

"Kronologi singkatnya aku sama bapaknya (Slamet) di sana. Pertama kali yang melihat itu bapaknya 'omahku kobong' (rumahku terbakar)," terang Agung.

Dia menyebut api pertama kali membakar kamar. Kemudian atapnya ambruk.

"Pertama yang terbakar itu kamar depan kiri. Terus atapnya ambruk terus tersebar," sebutnya.

Dia mengatakan, Slamet sempat hendak menolong kucingnya. Dia pun langsung menarik Slamet agar tidak mendekati rumah.

"'Kucingku-kucingku', terus saya tarik. Terus saya, cari air untuk pertolongan pertama," pungkasnya.



(afn/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads