Beredar kabar di media sosial tentang kecelakaan yang melibatkan satu unit mobil Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sepeda motor di jalan Gemolong-Gabugan, tepatnya di simpang tiga Klinik Emhalna, Slogo, Tanon, Sragen. Polisi membenarkan ada kejadian tersebut.
"Kecelakaan di Jalan Gemolong-Sragen desa Slogo, Tanon, Sragen," tulis salah seorang pengguna Facebook di group Facebook Kumpulan Wong Sragen, dikutip detikJateng pada Selasa (29/9/2026).
Dalam unggahan itu juga disertakan foto mobil boks MBG dan satu motor matik dalam kondisi adu banteng. Motor itu tampak ringsek. Sedangkan bodi depan mobil MBG itu terlihat penyok dan kacanya retak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasat Lantas Polres Sragen, AKP Kukuh Tirto Satria Leksono mengatakan kecelakaan itu terjadi pada Selasa (29/9) sekitar pukul 11.00 WIB. Pihaknya menerima laporan sekitar pukul 11.30 WIB.
Kukuh mengatakan, kendaraan yang terlibat yakni Daihatsu pikap boks dengan nopol AD-9192-AD yang dikemudikan pria inisial IM dan sepeda motor Honda Beat bernopol AD-4531-CE dengan pengendara CSP dan DJ.
"Dua pelajar yang berada di atas motor mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan di RSUD Dr Moewardi Surakarta," katanya melalui keterangan tertulis yang diterima detikJateng, Selasa (29/9/2026)
Kukuh menjelaskan, sepeda motor itu awalnya melaju dari arah utara menuju selatan. Sementara mobil pikap melaju dari arah selatan ke utara.
"Sesampainya di dekat TKP, diduga pengendara sepeda motor mengantuk kemudian oleng ke kanan," terangnya.
Karena jarak sudah dekat, sepeda motor itu membentur mobil pikap yang melaju dari arah berlawanan hingga terjadi kecelakaan.
"Karena jarak sudah dekat pengendara motor dengan pikap maka terjadilah laka lantas," tuturnya.
Lebih lanjut, Kukuh mengatakan pengendara sepeda motor berinisial CSP (16) pelajar asal Kecamatan Kalijambe, Sragen. CSP belum memiliki SIM C.
"Dia mengalami luka yang belum diketahui secara pasti dan dalam kondisi sadar. CSP kemudian dibawa untuk menjalani perawatan di RSUD Dr Moewardi Surakarta," bebernya.
Sementara pemboncengnya, DJ (16), pelajar asal Kecamatan Gemolong, mengalami patah kaki kanan dan lecet pada pipi kiri.
"DJ juga dalam kondisi sadar dan menjalani opname di RSUD Dr Moewardi," kata Kukuh.
Saat dihubungi detikJateng via pesan WhatsApp, Kukuh mengonfirmasi bahwa mobil boks yang terlibat kecelakaan itu merupakan mobil MBG.
"Mobil yang terpasang atribut SPPG," kata Kukuh. (Dari SPPG mana?) Kami belum melakukan pemeriksaan kepada drivernya, jadi belum dapat keterangan resminya," ujar dia.
