Beredar video di media sosial sejumlah siswa melakukan penyerangan pada SMK Adipura di Jalan Urip Sumoharjo, Wates, Kota Magelang. Terkait dengan kejadian tersebut polisi turun tangan.
Video tersebut salah satunya diunggah dalam akun Instagram @magelang_raya. Video diambil dari dalam sekolah, terlihat rombongan siswa dengan mengendarai sepeda motor berhenti di depan SMK Adipura.
Kemudian siswa memasuki halaman sekolah melempari sambil berteriak-teriak. Ada juga siswa berseragam putih abu-abu yang melepas sabuk dan memukuli gerbang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam video ini terdengar suara seorang perempuan,'Aastagfirullah hal' adzim, astagfirullah hal' adzim'. Kemudian, para siswa kembali menaiki motornya untuk kabur.
"Kemarin (Senin) ke sini itu, kita menduga dari anak-anak 45. Karena itu dalam jangka waktu 2 minggu ini sudah dua kali ke sini (melakukan penyerangan)," kata Guru Matematika SMK Adipura, Meylin Cahya Maulida, kepada detikJateng di kantornya, Selasa (29/9/2026).
Penyerangan dilakukan sekitar pukul 12.44 WIB. Ia juga sempat merekam peristiwa penyerangan itu.
"Saya memvideo. Saya kebetulan mau keluar mau mindahin motor. Terus, kok ramai-ramai dari sana (arah utara). Terus, saya siap HP (handphone) buat (video) kita punya bukti," sambungnya.
"Anak-anak itu biasanya (yang menyerang) di depan saja. Jadi, mereka ke sini langsung menendang-nendang pagar. Langsung ambil batu di sebelah sana (selatan), batu-batu dilempar ke sini. Bener-bener kayak hujan batu," ujar Meylin.
Lemparan batu tersebut, kata dia, tidak mengenai karena lemparan menyasar menuju ruangan atas. Pihaknya menduga sengaja dilemparkan menuju atas agar rusak.
"Memang sengaja merusak. Terus ada yang dilempar-lempar ke sini (masuk di sela-sela pagar ditutup). Itu setelah, mereka tahu saya memvideo, mereka malah semakin masuk. Ada yang bawa sabuk dipukul-pukulkan di sini (pagar)," imbuhnya.
"Ada genting yang rusak (pecah), terus kayu kena batu (lemparan) rusak. Terus, ada kerusakan di motor bapak ibu (tergores kena lemparan batu)," tambahnya.
Meylin menambahkan, dalam jangka waktu dua minggu sudah sudah dua kali siswa dari sekolah tersebut mendatangi sekolahnya.
"Dari tanggal 15 September, hari Selasa, anak-anak juga ke sini. Kejadian itu viral, tapi kita tidak punya bukti. Karena tiba-tiba viral yang memviralkan justru anak-anak sana sendiri," katanya.
Setelah kejadian tersebut, kata dia, pada Rabu (16/9), siswanya yang terpancing membalas ke sana.
"Saat anak-anak membalas ke sana langsung ditangkap sama Polres. Dari sekolah sendiri, kita memberikan efek jera. Kita sudah menindaklanjuti anak-anak kita sendiri (menanyakan kejadiannya)," kata dia.
"Tawuran ada provokatornya, anak-anak sini mengakui. Provokator tersebut sudah kita keluarkan menindak tegas anak-anak kita sendiri," tegasnya.
Dihubungi terpisah, Kasat PPA Polres Magelang Kota, AKP Riana Adhyaksari mengatakan, sementara masih melakukan pemeriksaan terhadap beberapa pelajar.
"Siswa sekolah yang terlibat (penyerangan) masih dalam proses pemeriksaan," kata Riana saat diminta konfirmasi melalui pesan singkat.
