Mustapha Wisudawan UNS Asal Nigeria Ternyata Juara Pidato Bahasa Indonesia

Mustapha Wisudawan UNS Asal Nigeria Ternyata Juara Pidato Bahasa Indonesia

Tim detikJateng - detikJateng
Senin, 28 Sep 2026 19:39 WIB
Mustapha, Wisudawan UNS Asal Nigeria
Mustapha, Wisudawan UNS Asal Nigeria. Foto: UNS
Solo -

Salah satu wisudawan UNS pada periode 8 tahun 2026, Mustapha Abolore Abdulwahab asal Nigeria, kini fasih berbahasa Jawa. Mustapha ternyata juga pernah meraih Juara 2 Lomba Berpidato Bahasa Indonesia dalam Festival Handai Indonesia 2026.

Dilansir laman resmi UNS, Jumat (21/8/2026), Bahasa Indonesia membawa Mustapha kembali ke panggung Festival Handai Indonesia (FHI) Tahun 2026. Pada tahun 2025, ia telah mengikuti kompetisi yang sama dan berhasil mencapai babak final.

Diketahui, FHI 2026 diselenggarakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. FHI memberikan ruang bagi warga negara asing untuk menunjukkan kemahiran dan kreativitas dalam menggunakan Bahasa Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Festival tersebut juga menjadi ruang untuk merayakan persahabatan antarbangsa melalui Bahasa Indonesia. Keikutsertaan Mustapha dalam FHI 2026 juga memperlihatkan bagaimana Bahasa Indonesia dapat menjadi ruang perjumpaan bagi mahasiswa internasional.

Dalam Festival Handai Indonesia Tahun 2026, Mustapha mengangkat tema 'Kesetaraan dalam Pendidikan'. Pidatonya menyampaikan pentingnya memastikan setiap anak memperoleh akses terhadap pendidikan yang bermutu dan adil, tanpa memandang asal maupun jarak tempat tinggal.

ADVERTISEMENT

"Setiap anak bisa mendapatkan pendidikan yang bermutu dan adil, dari mana pun ia berasal dan sejauh apa pun tempat tinggalnya," kata Mustapha, dikutip detikJateng dari uns.ac.id pada Senin (28/9/2026).

Mustapha saat itu mengatakan, tantangan terbesar dalam persiapan lomba terletak pada penguasaan intonasi dan penghayatan makna. Kedua aspek tersebut menjadi bagian penting yang harus diperhatikan ketika menyampaikan pidato di hadapan dewan juri.

Saat menjelang tampil di atas panggung, ia berusaha memastikan seluruh latihan dan hafalan yang telah dilakukan dapat ditampilkan dengan baik di atas panggung.

"Alhamdulillah, semuanya menjadi mudah," ujar dia.

Ketika namanya diumumkan sebagai salah satu pemenang, Mustapha mengaku lega sekaligus bersyukur karena perjuangannya selama tiga tahun dalam belajar dan mengikuti proses pembelajaran Bahasa Indonesia akhirnya membuahkan prestasi.

Menurut Mustapha, salah satu hal menarik dari Bahasa Indonesia adalah fleksibilitas dalam menempatkan sejumlah kata ketika berbicara tanpa mengubah makna yang ingin disampaikan dalam sebuah kalimat. Baginya, karakteristik tersebut menjadi salah satu hal yang membuat Bahasa Indonesia menarik untuk dipelajari.

Setelah meraih Juara 2 FHI 2026, Mustapha juga menyampaikan pesan bagi mahasiswa internasional lain yang sedang belajar Bahasa Indonesia.

"Jangan menyerah dan tetap semangat belajar Bahasa Indonesia karena Bahasa Indonesia sekarang mendunia," ucap dia.

Fasih Bicara Bahasa Jawa

Diberitakan sebelumnya, mahasiswa internasional di Prodi Agroteknologi UNS yang berasal dari Nigeria, Mustapha Abolore Abdulwahab, kini fasih berbahasa Jawa. Saat wisuda UNS pada periode 8 tahun 2026, ia menceritakan pengalaman hidupnya dengan menggunakan beberapa kalimat bahasa Jawa.

"Sejujurnya, sampai pagi ini pun saya masih bertanya kepada diri sendiri, 'Kok iso tekan kene, ya?," kata Mustapha, dikutip detikEdu dari laman resmi UNS, Senin (28/9/2026).

Salah satu wisudawan UNS pada periode 8 tahun 2026 ini mengatakan, saat pertama tiba di Indonesia, ia sempat bingung dengan kebiasaan masyarakat di sekitarnya yang sering menanyakan ke mana ia akan pergi.

"Setiap kali saya keluar kamar, selalu ada yang bertanya, 'Mas, mau ke mana?' Satpam bertanya. Ibu kos bertanya. Tukang parkir bertanya. Dan dalam bahasa Jawa, lebih halus lagi: 'Badhe tindak pundi?'" ujar dia.

Bagi Mustapha, pengalaman itu merupakan hal baru. Ia sempat mengira banyaknya pertanyaan tersebut merupakan bentuk interogasi. Namun seiring berjalannya waktu, Mustapha memahami bahwa pertanyaan itu merupakan bentuk perhatian dari masyarakat sekitar.

"Bapak, Ibu, di negara saya, kalau banyak orang bertanya berulang-ulang ke mana Anda pergi, biasanya Anda sedang dalam masalah. Padahal saya hanya mau beli air," ucap dia. Hadirin pun tertawa.

Mustapha kemudian mengajak para wisudawan melihat kembali perjalanan mereka. Menurut dia, setiap lulusan punya cerita, tantangan, dan latar belakang yang berbeda-beda.

"Ada wisudawan diploma, yang tangannya sudah terampil bahkan sebelum teorinya selesai ditulis. Ada wisudawan sarjana, dan sebagian dari mereka orang pertama di keluarganya yang mengenakan toga," ujar dia.

Mustapha juga mengapresiasi para wisudawan magister yang menjalani perkuliahan sambil bekerja. Ia juga menyebut para doktor serta doktor spesialis yang tekun belajar bertahun-tahun.

"Berbeda jenjang, berbeda fakultas, berbeda usia. Tetapi hari ini kami mengenakan toga yang sama, dan berutang terima kasih kepada orang-orang yang sama," ucap dia.

Mustapha menambahkan, orang tua, wali, dan keluarga, adalah sosok yang berperan besar dalam perjalanan setiap wisudawan. Ia menyebut keputusan orang tua untuk mempercayakan pendidikan anak kepada sebuah perguruan tinggi merupakan bentuk kepercayaan yang besar.

"Bertahun-tahun lalu, Bapak dan Ibu menitipkan kami kepada universitas ini. Ada yang dari pulau yang berbeda, dan ada yang, seperti orang tua saya, dari benua yang berbeda. Itu bukan keputusan yang mudah. Itu adalah kepercayaan," kata dia.

Di balik keberhasilan seorang anak menyelesaikan pendidikan, Mustapha mengingatkan terdapat pengorbanan dan doa orang tua yang berlangsung jauh lebih panjang daripada satu hari prosesi wisuda.

"Yang paling terasa berat dalam perpisahan itu sesungguhnya bukan kami yang pergi, melainkan Bapak dan Ibu yang ditinggalkan. Toga ini kami kenakan satu hari, Bapak dan Ibu menanggungnya bertahun-tahun," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2
(dil/apl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads