Tim Bengawan UNS 2026 memperkenalkan dua mobil hemat energi yang diberi nama Nirankara dan Wirasena 4.0. Mobil hasil modifikasi ini diklaim memiliki efisiensi bahan bakar yang luar biasa.
General Manager Bengawan Team periode 2026, Dimas Aji Persada mengungkapkan, Wirasena 4.0 merupakan pengembangan dari versi sebelumnya yakni 3.0. Perubahan signifikan dilakukan pada berbagai sektor untuk meningkatkan performa dan efisiensi.
"Kami modifikasi untuk mengembangkan dari segi sasis, bodi, maupun dari segi engine-nya. Saat ini sudah siap untuk dilombakan pada tahun 2026," ujarnya di UNS, Kamis (27/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dimas mengatakan, mobil hemat energi itu diberi nama Nirankara yang mempunyai arti tanpa bentuk atau tidak berwujud.
"Intinya sesuatu yang tidak terikat oleh bentuk, yang cocok dengan konsep kendaraan prototype yang sangat aerodinamis dan minimalis," ungkapnya.
Dimas mengatakan, kedua kendaraan ini mempunyai tingkat hemat energi dengan jarak tempuh yang jauh. Untuk kategori Urban Concept, mobil Wirasena diklaim mampu menempuh jarak Jakarta pulang-pergi (PP) hanya dengan 1 liter bahan bakar Pertadex.
"Untuk perbedaan dan keistimewaan dari versi sebelumnya, untuk kendaraan ini lebih efisien dari versi sebelumnya. Untuk yang Wirasena itu bisa Jakarta pulang-pergi," jelasnya.
Tak mau kalah, kategori Prototype yang diberi nama Nirankara mencatatkan rekor yang lebih jauh. Untuk Nirankara bisa digunakan untuk Solo-Lombok.
"Untuk yang prototype (Nirankara) sendiri, kira-kira untuk 1 liternya bisa sampai ke Lombok pulang-pergi. Kalau yang Wirasena itu bisa Jakarta pulang-pergi," ungkapnya.
Meski fokus pada keiritan, mobil-mobil ini tetap bisa dipacu hingga kecepatan maksimal 50 km/jam. Untuk urusan bahan bakar, Wirasena menggunakan bahan bakar Pertadex, sementara Nirankara menenggak Pertamax Turbo.
"Wirasena kami menggunakan bahan bakar Pertadex, untuk yang Nirankara kami menggunakan bahan bakar Pertamax Turbo," bebernya.
Sementara itu, Vice Manager Bengawan Team Iqbal Haris mengatakan, Nirankara 4.0 yang memiliki bentuk lonjong itu dikembangkan selama 1 tahun. Konsep pengujian dilakukan dengan menjalankan kendaraan pada sirkuit yang telah ditentukan dan sebelumnya sudah diukur jarak serta waktu tempuhnya.
"Pada awal pengujian, tangki bahan bakar diisi hingga penuh. Selanjutnya, kendaraan dijalankan mengikuti lintasan sirkuit sesuai rute yang telah ditetapkan dengan memperhatikan jarak dan waktu tempuh," bebernya.
"Setelah seluruh rangkaian pengujian selesai, jumlah bahan bakar yang telah dikonsumsi akan diukur. Data konsumsi bahan bakar tersebut kemudian dibandingkan dengan total jarak yang ditempuh dan waktu yang dibutuhkan selama pengujian," sambungnya.
Dalam waktu dekat, Bengawan Team UNS ini akan membawa kedua mobil tersebut ke ajang kompetisi nasional yang digelar di Universitas Jember pada 1-4 Oktober 2026.
"Tim sudah membidik kompetisi bergengsi tingkat internasional, Shell Eco-marathon, pada tahun depan. Nirankara versi prototype dipastikan akan menjadi wakil yang dikirim untuk berlaga di kancah dunia tersebut," pungkasnya.
Baca juga: Gudang Dinas Pekerjaan Umum Pati Kebakaran |
Lihat juga Video 'Warga Berebut Sayur-Buah dari Mobil Hias Karnaval HUT RI di Purwakarta':
(afn/dil)
