Polisi dan Dinkes Cek Klinik Terima Pasien meski Dokter Meninggal, Ini Hasilnya

Polisi dan Dinkes Cek Klinik Terima Pasien meski Dokter Meninggal, Ini Hasilnya

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Senin, 28 Sep 2026 14:15 WIB
Lokasi praktek yang mengatasnamakan dr Agus Sukamto SpKK di Jalan Kaligarang, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Kamis (24/9/2026).
Lokasi praktik yang mengatasnamakan dr Agus Sukamto SpKK di Jalan Kaligarang, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Kamis (24/9/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng
Semarang -

Polisi hingga Dinkes Semarang melakukan pengecekan terkait klinik di Apotek Besen yang disebut sempat melayani pasien meski dokter spesialis kulit dan kelamin (SpKK) dr Agus Sukamto yang dipampang namanya telah meninggal. Polisi menegaskan, izin praktik dokter dan izin apotek sudah ada sejak 2022.

"(Izin apotek) Tahun 2022 sampai 2027. Namun tanggal 10 September 2026 sudah mengajukan pengembalian izin dan penutupan," kata Wakasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKP Jumani saat dihubungi detikJateng, Senin (28/9/2026).

Ia menyebut, izin praktik dengan izin apotek tersebut berbeda. Namun, izin praktik dokter secara otomatis gugur setelah dokter yang bersangkutan meninggal dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Izin untuk apotek itu tidak ada hubungan atau kepemilikan dengan dokter yang praktik. Izin praktiknya itu berdasarkan info dari Dinkes, masih berlaku semua. Tapi kalau sudah meninggal, secara otomatis gugur dengan sendirinya," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Pihak apotek juga disebut telah mengajukan penutupan dan pengembalian izin apotek kepada Dinkes Kota Semarang. Menurutnya, pengajuan penutupan itu dilakukan karena kegiatan praktik dokter sudah tidak ada.

"Alasan apotek ini sudah mengusulkan ditutup, karena dari kegiatan praktik kan tidak ada. Sehingga dia hanya menerima titipan-titipan obat dari apotek-apotek lain," ujarnya.

"Nah itu nggak cukup untuk memenuhi kebutuhan operasional. Di samping itu juga di tempat itu kan semuanya sewa," lanjut Jumani.

Jumani mengatakan, polisi juga belum menerima laporan dari pasien yang merasa dirugikan terkait informasi viral tersebut. Ia mengimbau masyarakat yang merasa menjadi korban untuk melapor agar informasi tersebut dapat ditindaklanjuti.

"Untuk pemeriksaan kita juga tidak ada laporan. Kita tidak ada laporan sehingga sampai sekarang juga belum ada yang kita mintai keterangan," kata Jumani.

Temuan Dinkes Semarang

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Semarang Abdul Hakam mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan lapangan di lokasi Kaligarang pada Jumat (25/9). Hasil pemeriksaan, tidak ada pelayanan pasien yang sedang berlangsung ketika tim datang.

"Tim juga tidak menemukan ruang praktik yang masih digunakan maupun dokumen pelayanan yang menunjukkan adanya pelayanan dokter tersebut setelah yang bersangkutan meninggal," kata Abdul dalam keterangan tertulis yang diterima detikJateng.

Namun, Dinkes masih menemukan sejumlah aspek administratif yang perlu ditindaklanjuti. Salah satunya terkait data perizinan.

"Termasuk data perizinan yang belum diperbarui dan informasi praktik yang masih terlihat di lokasi. Jadi, berdasarkan bukti yang telah diperiksa sampai saat ini, kami belum menemukan bukti adanya pelayanan pascakematian," ujarnya.

Ia mengatakan, saat ini Dinkes tengah menindaklanjuti pembaruan administrasi serta memastikan informasi mengenai praktik yang sudah tidak relevan dicabut atau diperbaiki.

"Proses penutupan fasilitas juga masih ditindaklanjuti sesuai ketentuan," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, kabar tentang seorang dokter spesialis kulit dan kelamin (SpKK) di Semarang sudah meninggal sejak tahun lalu tapi kliniknya masih melayani pasien atas nama dokter viral di media sosial.

Kabar itu viral usai diunggah akun X Kang Bahar. Unggahan itu menampilkan berita lelayu seorang dokter SpKK yang merupakan seorang alumni PPDS FK Undip angkatan 1986.

"Ada modus baru. Seorang dokter kulit senior ternyata sudah meninggal, tapi pasien-pasiennya gak tahu. Banyak pasien yang masih datang buat periksa dan ketemu asistennya," tulis akun tersebut, dikutip pada Kamis (24/9).



(afn/apl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads