Tolak Tambang di Sungai Progo, Warga Sambeng Pasang 335 Bendera Setengah Tiang

Tolak Tambang di Sungai Progo, Warga Sambeng Pasang 335 Bendera Setengah Tiang

Eko Susanto - detikJateng
Minggu, 27 Sep 2026 12:33 WIB
Warga Desa Sambeng, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, memasang bendera Merah Putih setengah tiang sebagai bentuk penolakan tambang pasir, Minggu (27/9/2026).
Warga Desa Sambeng, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, memasang bendera Merah Putih setengah tiang sebagai bentuk penolakan tambang pasir, Minggu (27/9/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng
Magelang -

Warga Desa Sambeng, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, beramai-ramai memasang bendera merah putih setengah tiang di pinggir jalan Borobudur-Kalibawang Kulon Progo. Pemasangan ini dilakukan sebagai bentuk protes rasa duka masih tetap beroperasinya penambangan pasir di Sungai Progo.

"Kita pasang bendera setengah tiang. Ini adalah bahasa simbolik dari warga keprihatinan. Bisa dikatakan juga tagline kita 'Sambeng Berduka'.Berduka atas matinya nurani dan empati birokrasi terhadap keadilan masyarakat Sambeng. Ini terkait dengan aktivitas penambangan pasir yang di Sungai Progo," kata Humas Paguyuban Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan dan Tanah Air (Gema Pelita) Sambeng, Khairul Hamzah kepada wartawan di Sambeng, Minggu (27/9/2026).

Khairul mengatakan, warga Desa Sambeng yang terdiri dari enam dusun melakukan gotong royong bersih-bersih dan memasang bendera. Dalam pemasangan ini diikuti ibu-ibu dengan membawa sapu, remaja maupun bapak-bapak.

"Kita sambil bersih-bersih kita pasang bendera setengah tiang. Bendera yang dipasang merupakan sumbangan dari masing-masing ada sekitar 355 bendera," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warga Desa Sambeng, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, memasang bendera Merah Putih setengah tiang sebagai bentuk penolakan tambang pasir, Minggu (27/9/2026).Warga Desa Sambeng, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, memasang bendera Merah Putih setengah tiang sebagai bentuk penolakan tambang pasir, Minggu (27/9/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng



Adapun lokasi pemasangan bendera merah putih setengah tiang ini dipasang di pinggir jalan raya. Dalam pemasangan ada yang berjajar, namun ada ditempatkan khusus enam tiang dengan enam bendera yang melambangkan jumlah dusun di Sambeng.

Untuk pemasangan dilakukan mulai dari perbatasan Desa Sambeng dengan Desa Candirejo, Kecamatan Borobudur. Kemudian, hingga di area jalan masuk menuju area penambangan.

"Karena kita sudah melakukan berbagai upaya perjuangan, penolakan tambang pasir ini," ujarnya.

"Dan berbagai bukti yang kita duga sebagai pelanggaran baik bersifat administrasi maupun yang bersifat teknis pelaksanaan. Seperti pelanggaran titik koordinat, jam operasional, kendaraan odolnya dan segala macam sudah kita sampaikan," tegas Khairul.

Sebagaimana diberitakan, warga Desa Sambeng, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang kembali melakukan aksi menolak tambang pasir. Kali ini aksi digelar dengan doa bersama di lokasi penambangan bantaran Sungai Progo.

Warga juga memasang spanduk persis di alat berat. Spanduk itu bertuliskan antara lain, 'Tambang Pasir Beroperasi Warga Beraksi, Tolak Tambang Pasir Jangan Rusak Alam Desa Sambeng, Beckhoe Ngeruk Warga Ngamuk, Alam Terjaga Air Terpelihara Tolak Tambang Pasir'.

Untuk doa bersama dipimpin Syuriah PCNU Kabupaten Magelang, KH Toha Mansyur. Adapun doa bersama ini berakhir sekitar pukul 16.00 WIB.

"Sengaja kita kemas bukan dalam bentuk demonstrasi seperti pada biasanya, tetapi kita kemas dalam bentuk doa dan pengajian bersama di lokasi ini," kata Humas Paguyuban Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan dan Tanah Air (Gema Pelita), Khairul Hamzah kepada wartawan di lokasi penambangan, Sabtu (1/8).

"Bagi masyarakat, yang jelas dampak langsung sudah dirasakan oleh masyarakat itu ya terkait terutama jalan raya. Karena jalan ini merupakan akses satu-satunya bagi Sambeng untuk baik ke arah Kalibawang maupun ke arah Borobudur. Ya kondisi jalan sudah semakin rusak sekarang. Ya jalan ada yang retak-retak, ada bergelombang," sambungnya.

ADVERTISEMENT
Warga Desa Sambeng, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, memasang bendera Merah Putih setengah tiang sebagai bentuk penolakan tambang pasir, Minggu (27/9/2026).Warga Desa Sambeng, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, memasang bendera Merah Putih setengah tiang sebagai bentuk penolakan tambang pasir, Minggu (27/9/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng



Khairul mengatakan, dampak lainnya yaitu beberapa tanah warga ada yang sudah mulai terkikis.

"Aliran sungai juga sudah mulai berubah. Dan Sambeng itu punya wisata Getek Balong. Getek Balong itu akhirnya tidak bisa operasi karena memang aliran sungai sudah berubah drastis dan tidak ada lagi yang tenang," imbuhnya.

"Dampak lain yang sudah langsung adalah kebisingan karena volume kendaraan di jalan raya semakin meningkat. Adapun potensi akan merusak itu, kami punya mata air Ngudal yang merupakan sumber mata air satu-satunya di Sambeng. Mata air merupakan sumber kehidupan masyarakat Sambeng dan desa-desa sekitar. Itu ya juga terancam karena sekarang dampak langsungnya itu debit air itu semakin berkurang," ujarnya.



(apl/apl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads