Misteri Klinik di Semarang Masih Terima Pasien padahal Dokternya Setahun Wafat

Round-Up

Misteri Klinik di Semarang Masih Terima Pasien padahal Dokternya Setahun Wafat

Tim detikJateng - detikJateng
Jumat, 25 Sep 2026 05:12 WIB
Lokasi praktek yang mengatasnamakan dr Agus Sukamto SpKK di Jalan Kaligarang, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Kamis (24/9/2026).
Lokasi praktik yang mengatasnamakan dr Agus Sukamto SpKK di Jalan Kaligarang, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Kamis (24/9/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng
Solo -

Sebuah klinik di Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, menjadi sorotan di media sosial. Pasalnya, klinik itu sempat menerima pasien, padahal dokter di klinik sudah meninggal setahun lalu.

"Ada modus baru. Seorang dokter kulit senior ternyata sudah meninggal, tapi pasien-pasiennya gak tahu. Banyak pasien yang masih datang buat periksa dan ketemu asistennya," tulis akun X Kang Bahar, dikutip pada Kamis (24/9/2026).

"Terus asistennya bilang. "Dokternya masih sakit. Saya fotokan kondisi kulitnya, nanti saya kirim ke dokternya. Nanti lbu/ Bapak dapat obatnya ya. Bayarnya ke saya." Ternyata almarhum dr. Agus Sukamto, SpKK, senior kami semua, sudah berpulang pada Juni 2025," sambungnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cerita Pasien

Seorang pasien di Semarang, berinisial NH (31), mengungkapkan dirinya sempat mendatangi klinik itu pada tahun ini. Saat itu, dirinya mendapat informasi dokter Agus tengah menjalani operasi.

ADVERTISEMENT

"Aku baru tahu beliau meninggal dari balasan dokter (SpDVE) spesialis dermatologi venereologi dan estetika di Threads," kata NH melalui pesan singkat kepada detikJateng.

NH mengingat, ia datang ke klinik tersebut sebelum Idul Fitri. Ia berniat berkonsultasi soal masalah kulit yang tengah dialaminya.

"Saya konsul beberapa hari sebelum Lebaran, sekitar seminggu sebelum Lebaran tahun 2026," ujar dia.

Ketika itu, oleh sosok yang berada di apotek, dirinya diberi tahu bahwa dokter Agus tidak bisa datang lantaran baru saja melakukan operasi.

"Saat itu apotekernya hanya menyampaikan bahwa dokternya baru selesai operasi jadi belum bisa praktik," ujarnya.

Dapat Salep

NH melanjutkan, oleh si apoteker, dirinya mendapat salep. Ia mengungkapkan sebelumnya saat masih berkonsultasi dengan dokter Agus, dia menerima obat berbentuk salep.

"(Apakah ada yang berbeda dari biasanya? Mungkin dari resepnya?) Tidak ada resep, hanya diberikan salep yang diberi wadah berbentuk tabung. Apoteker tersebut hanya bilang bahwa ini salep dokter Agus," jelasnya.

NH mengaku saat itu tidak menaruh kecurigaan dan tidak mengetahui bahwa dr Agus ternyata telah meninggal dunia. Ia mengaku kaget ketika mengetahui fakta tersebut.

"Kaget, karena saya pikir dokternya beneran selesai operasi dan akhirnya meninggal. Kaget ketika ada cuitan bahwa beliau meninggal sejak satu tahun yang lalu," ungkapnya.

"(Apakah merasa dirugikan dan akan ambil ranah hukum?) Tidak, hanya tidak ingin kembali ke tempat tersebut," lanjutnya.

Penampakan Klinik dr Agus Sukamto SpKK

detikJateng kemudian mendatangi klinik yang berlokasi di Jalan Kaligarang Raya, Barusari. Di sana, masih terdapat tulisan 'Praktek Dokter'.

Terdapat pula stiker di depan pintu masuk apotek yang bertulisan 'dr Agus Sukamto SpKK Praktek Pagi: 08.00-09.00 Sore: 16.00-19.00'. Di sampingnya terlihat tulisan 'Apotek Besen Kaligarang'.

Saat detikJateng masuk ke dalam, apotek itu tampak sepi dan tidak ada obat-obatan yang terpampang di etalase. Etalasenya sudah kosong dan terlihat sedang dibersihkan.

Seorang juru parkir di sekitar lokasi menuturkan apotek tersebut sudah tutup sejak 2-3 hari yang lalu. Jukir itu membenarkan dokter Agus sudah meninggal setahun lalu, dan sudah lama tidak ada pasien yang mendatangi apotek.

Sementara seorang perempuan penjaga apotek, Suci, berkata apotek tersebut sudah tutup. Barang-barangnya hendak dibereskan.

"(Apotek) Sudah tutup. Ini mau beres-beres, mau diangkat-angkati," kata dia.

Suci menyebut sudah tidak melayani pasien. Dia juga membenarkan kabar bahwa dr Agus sudah meninggal sejak tahun lalu. Menurut dia, tak ada dokter di apotek tersebut.

"(Benar dr Agus Sukamto sudah meninggal?) Sudah meninggal. (Tapi praktik masih atas nama dr Agus Sukamto?) Ndak ada, ndak ada dokternya," ujar dia.

"Kan sudah ndak ada pelangnya, pasiennya kan juga nggak periksa sini, nggak ada dokternya juga. (Sudah tidak terima pasien?) Udah lama nggak, apotek aja, barangnya juga nggak ada," sambungnya.

Suci mengatakan, ruang tunggu dan tempat duduk bagi pasien juga sudah tidak ada, sehingga apotek itu sudah tak menerima pasien.

"Sudah tutup. Ini kan cuman beres-beres kekurangan. Sudah sejak lama kan sudah dikurangi," kata dia.

Dimintai konfirmasi secara terpisah, Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Dharma Sena, mengatakan pihaknya belum menerima laporan soal itu.

"Belum ada laporan terkait ini. Kita akan cek dulu info dari medsos ini," kata Andika melalui pesan singkat kepada detikJateng.

Saksikan Live DetikPagi:



(apu/apu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads