SPPG Petaka di Bawang Ditutup Sementara Buntut Ratusan Warga Keracunan

SPPG Petaka di Bawang Ditutup Sementara Buntut Ratusan Warga Keracunan

Robby Bernardi - detikJateng
Kamis, 24 Sep 2026 17:12 WIB
SPPG di Batang ditutup sementara.
SPPG di Batang ditutup sementara. Foto: Robby Bernardi/detikJateng
Batang -

SPPG dari Yayasan Bela Batang Sejahtera Desa Bawang ditutup sementara buntut ratusan warga di Bawang alami keracunan MBG. Penutupan dilakukan selama sebulan ke depan.

"Kami tadi diskusi dengan BGN dan melihat kondisi ini, apalagi tadi disampaikan ada beberapa standar yang sebenarnya tidak terpenuhi, kita pastikan kita akan mengusulkan bagaimana SPPG ini. Sementara yang sekarang sudah ditutup sementara, kalau memang dirasa tidak layak untuk melanjutkan pelayanan gizi kepada masyarakat, ya harus kita tutup secara permanen," kata Bupati Batang, M Faiz Kurniawan usai meninjau SPPG Desa Bawang bersama kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Semarang, Hadiriyajaya, Kamis (24/9/2026).

Dari hasil peninjauan, yang dilakukan pihaknya dengan BGN provinsi, kata Faiz, ditemukan sejumlah standar yang belum terpenuhi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tadi disampaikan oleh Pak Hadi, perwakilan dari BGN, ada beberapa standar yang tidak dipenuhi, seperti harusnya dinding solid ternyata tidak. Terus kemudian ada beberapa area limbah, manajemen limbah yang tidak sesuai dengan SOP," ungkap Faiz.

ADVERTISEMENT

Pemkab Batang akan mengevaluasi kelayakannya untuk menentukan apakah pelayanan dapat dilanjutkan atau harus dihentikan secara permanen. Ia menambahkan, hasil temuan terkait ketidaksesuaian standar tersebut akan dicatat dan menjadi bahan evaluasi. Sanksi atau tindakan selanjutnya akan diberikan sesuai prosedur.

"Nanti bisa kita catat, kita record, sehingga nanti diberikan punishment sesuai dengan prosedur dan tepat," ujarnya.

Faiz menegaskan, pemerintah daerah akan melakukan evaluasi secara menyeluruh agar program pemenuhan gizi bagi anak-anak tetap berjalan dengan standar keamanan pangan dan kesehatan yang memadai.

"Yang terpenting bagi kita adalah bagaimana ke depan mengevaluasi ini secara total dan kemudian masyarakat percaya pemerintah mampu memberikan pelayanan gizi kepada masyarakat," pungkasnya.

Di lokasi yang sama, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Semarang, Hadiriyajaya, menjelaskan sementara ini SPPG ditutup selama sebulan penuh.

"Ini juga sudah dilakukan penutupan sementara selama 30 hari. Karena ini berdasarkan jumlah korban, ini kategori suspek berat," ungkapnya.

Atas kejadian tersebut pihaknya meminta maaf pada masyarakat Batang.Pihaknya juga akan mendalami kejadian tersebut termasuk adanya kemungkinan MBG dibawa pulang oleh orang tua yang sebenarnya bukan termasuk penerima MBG.

"Kemudian juga dari kami tadi pagi sudah melakukan pengecekan ke dapur ini, melihat secara langsung layout-nya bangunan, kemudian juga pengecekan CCTV. Nah, ini dari jumlah korban yang terdampak ini cukup banyak, mulai dari balita, anak-anak, dan juga ada usia yang bukan penerima manfaat. Nah, ini mungkin perlu kami dalami lagi karena memang ada kemungkinan makanan ini, MBG ini, dibawa pulang oleh orang tua dari penerima manfaat yang tidak seharusnya menerima MBG," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, korban keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Batang bertambah menjadi lebih dari 411 orang. Bupati Batang, M Faiz Kurniawan, menyebut sekitar 170 korban di antaranya menjalani rawat inap.

"Yang pertama adalah make sure apa yang terjadi, sehingga bisa menimpa lebih dari 411 korban per tadi jam 12.00 WIB dilaporkan. Di rumah sakit ada lebih dari 411, yang kemudian ada di rawat inap itu sekitar 170, 200 sekian sudah kembali ke rumah," kata Faiz saat meninjau SPPG yang bermasalah di Kecamatan Bawang, Batang, Kamis (24/9).



(apl/alg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads