Jasad Bayi Tak Utuh Ditemukan Terkubur Dangkal di Pemakaman Kutawaru Cilacap

Jasad Bayi Tak Utuh Ditemukan Terkubur Dangkal di Pemakaman Kutawaru Cilacap

Anang Firmansyah - detikJateng
Kamis, 24 Sep 2026 17:22 WIB
Petugas kepolisian melakukan olah TKP temuan jasad bayi perempuan di area pemakaman Kelurahan Kutawaru, Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap, Kamis (24/9/2026).
Petugas kepolisian melakukan olah TKP temuan jasad bayi perempuan di area pemakaman Kelurahan Kutawaru, Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap, Kamis (24/9/2026). Foto: Dok. Warga
Cilacap -

Warga Kelurahan Kutawaru, Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap, digegerkan dengan penemuan jasad bayi perempuan di area pemakaman. Jasad bayi tersebut ditemukan dalam kondisi sudah tidak utuh dan terkubur dangkal.

"Awal-awalnya ini tadi dari warga RW 4 yang sedang ramai-ramai menggali untuk salah satu warga yang akan dimakamkan di sekitar lokasi tersebut," kata salah seorang saksi, Amin kepada wartawan, Kamis (24/9/2026).

Menurut dia, jasad bayi ditemukan warga sekitar pukul 07.15 WIB. Saat proses penggalian, seorang warga bernama Kuat mencari bunga kamboja di sekitar lokasi. Tak disangka, dia justru melihat jasad bayi yang dikerumuni lalat dalam kondisi terkubur dangkal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pak Kuat itu di situ, terus mengetahui ada jenazah bayi yang dikerumuni lalat. Terus dia manggil saya, 'Pak Amin, ini ada bayi, ada jenazah bayi'," ujarnya.

Dirinya bersama warga kemudian mendatangi lokasi dan memastikan temuan tersebut merupakan jasad bayi.

ADVERTISEMENT

"Terus saya sama teman-teman lari ke sini, ternyata betul jenazah bayi," ungkapnya.

Warga menduga jasad bayi tersebut baru saja dikuburkan secara sembarangan. Sebab, di sekitar lokasi ditemukan sekitar tiga bekas galian.

"Di sekitar lokasi ada bekas tiga galian. Mungkin dari sana enggak jadi, dari situ ke sebelah mungkin keras (tanahnya), terus digali di sini asal-asalan. Satu cangkul terus diuruk, mungkin saking takutnya. Dia terus pergi," jelas Amin.

Namun, warga belum mengetahui siapa yang menguburkan jasad bayi tersebut maupun kapan proses penguburan dilakukan.

"Gak tahu itu malam apa, jam berapa, waktunya kita gak tahu," katanya.

Menurut Amin, jasad bayi tersebut ditemukan dalam kondisi sudah mengalami kerusakan. Warga menduga kerusakan itu terjadi karena digali atau dimakan binatang.

"Yang penting ditemukan jenazah bayi tadi sekitar jam 07.15 WIB dalam keadaan rusak kepalanya, mungkin sudah dimakan anjing," tuturnya.

Kasi Humas Polresta Cilacap AKP Wendi Andranu membenarkan adanya peristiwa penemuan jasad bayi tersebut. Kini polisi masih melakukan identifikasi dan penyelidikan terkait penemuan jasad bayi tersebut.

Saat ini jasad bayi telah dibawa ke RSUD untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga masih menunggu pemeriksaan dokter untuk mengetahui kondisi jasad secara lebih pasti.

"Bahwasannya terkait penemuan jenazah bayi di area kuburan di Kutawaru, sementara ini masih dalam proses identifikasi dan juga penyelidikan," kata Wendi.

"Kapolsek Cilacap Tengah bersama dengan Dokkes juga akan mengecek terkait kondisi bayi ini. Memang sudah jadi jenazah, namun kondisi sudah dibawa ke RSUD," sambungnya.

Polisi masih mendalami apakah jasad bayi tersebut merupakan korban penelantaran bayi atau berkaitan dengan tindakan aborsi.

"Dari Reskrim Polsek maupun Polresta sedang melakukan pengembangan, penyidikan untuk mengetahui apakah jenazah bayi tersebut adalah hasil dari penelantaran bayi atau aborsi," jelasnya.

Wendi mengatakan kondisi jasad bayi yang ditemukan sudah tidak utuh. Jasad tersebut juga ditemukan di area pemakaman dalam kondisi terkubur tidak terlalu dalam.

"Memang jenazah ini ditemukan di area pemakaman. Namun dari keterangan saksi-saksi yang menemukan itu kondisinya sudah dikubur namun tidak dalam," ujarnya.

Polisi menduga kondisi tersebut memungkinkan jasad bayi digali oleh binatang hingga akhirnya muncul ke permukaan dan menimbulkan bau tidak sedap.

"Sehingga ada kemungkinan digali oleh binatang, sehingga timbul dan juga mengeluarkan bau yang tidak sedap," katanya.

Sementara itu, Kapolsek Cilacap Tengah AKP Hadi Nugroho mengatakan berdasarkan pengamatan awal, bayi tersebut berjenis kelamin perempuan. Namun, kondisi jasad yang sudah tidak utuh membuat polisi masih harus menunggu pemeriksaan dokter.

"Intinya itu menurut saya itu bayi lahir normal, sudah waktunya lahir, jenis kelamin perempuan," kata Hadi.

Hadi menduga bayi tersebut kemungkinan sengaja dibuang oleh orang tuanya. Namun, dugaan tersebut masih perlu dibuktikan melalui penyelidikan dan pemeriksaan medis.

"Kemudian kemungkinan dibuang sama orang tuanya. Karena itu mungkin hasil hubungan gelap, kemudian dibuang," ujarnya.

Terkait kondisi ari-ari maupun bagian tubuh lainnya, Hadi belum dapat memastikan karena jasad bayi sudah mengalami kerusakan.

"Ya, itu kondisinya sudah rusak. Jadi ini kan lagi kita juga koordinasi dengan dokter. Visum luar juga belum dilakukan karena kita baru mau menyeberang," jelasnya.

Polisi juga belum mengetahui berapa lama jasad bayi tersebut telah dikuburkan.

"Ya belum tahu, jadi belum ketemu sama dokter," kata Hadi.

Dia menegaskan polisi masih melakukan observasi untuk mengetahui penyebab kondisi jasad bayi yang sudah tidak utuh tersebut.

"Intinya jasadnya sudah tidak utuh. Kita belum bisa mengetahui apakah ini karena hewan atau apa. Tidak ada saksi yang melihat juga, kita masih observasi," pungkasnya.



(alg/apu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads